Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 0-23 Bulan di Kecamatan Semarang Utara Firmansyah, Firmansyah; Fatmasari, Diana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1831

Abstract

Stunting dalam jangka panjang akan berdampak pada kemampuan kognitif, status kesehatan dan perekonomian negara. Masalah kesehatan prenatal dan pascanatal yang terjadi selama 1000 HPK mempengaruhi kasus stunting. Berat dan panjang tubuh saat lahir lahir merupakan dua dari berbagai faktor yang berkontribusi dalam kejadian stunting. Tujuan kajian ini adalah mengobservasi korelasi berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan di Kecamatan Semarang Utara. Kajian ini merupakan studi potong-lintang melibatkan 475 anak usia 0-23 bulan. Metode sampling yang digunakan adalah Probability Proportional to Size Sampling. Pengumpulan data melalui data sekunder dari Balai Keluarga Berencana Semarang Utara pada bulan Juni 2024. Data dianalisis dengan menggunakan metode Uji Rank Spearman. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (53,5%) dan berusia 13-24 bulan (55,2%) serta sebanyak 24,6% baduta menderita stunting. Temuan kajian ini mengindikasikan adanya hubungan antara berat badan lahir (p=0,000, PR=3,373 (1,80-6,316)) serta panjang badan lahir (p=0,000, PR=2,371 (1,531-3,672)) dengan kasus stunting pada anak usia 0-23 bulan di Kecamatan Semarang Utara. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan dan penurunan kekebalan tubuh dapat diakibatkan oleh berat dan panjang badan lahir kurang, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya stunting. Ditemukan hubungan berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan di Kecamatan Semarang Utara, sehingga penting untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi gizi dan kesehatan ibu hamil guna mencegah terjadinya stunting.
FOCUS GROUP DISCUSSION PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN GIZI LEBIH DENGAN POLA HIDUP SEHAT Muwakhidah, Muwakhidah; Azizah, Fathiya Nur'aini; Wulandari, Febri; Putri, Ayulia Eka; Damayanti, Alvina; Marzaleva, Valentina Febri; Azizah, Fathiya Nur’aini; Fauzan, Saminur; Fatmasari, Diana; Suprihono, Davinka Aliyya; Azka, Sadna Izzatul; Haryanti, Niken Diah; Alrafi, Fariqa Aisyiyah; Ether, Tiara Sang; Ismiranti, Delia; Roembiasiwi, Yoeristia; Wilujeng, Sindy
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3, No.1, Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension and nutrition are more health problems that are priorities to be addressed. Complications of hypertension can cause health problems later in life and can cause death. Nutrition is a risk factor for hypertension. For this reason, it is necessary to prevent this problem at the Colomadu Community Health Center. The aim of this activity is to increase the knowledge of posyandu cadres about hypertension and better nutrition so that early prevention can be carried out. The method of activity carried out is by providing outreach and education about preventing overnutrition and hypertension with a healthy lifestyle. This activity was carried out in 2 villages, namely in Bolon Village and Baturan Village, Colomadu District, Karanganyar Regency. This activity was attended by posyandu cadres in the 2 villages. This activity was carried out in conjunction with routine meetings of posyandu cadres in Bolon Village and Baturan Village. In Bol on Village, counseling was carried out on preventing overnutrition with balanced nutrition, which was carried out using the FGD (Focus Group Discussion) method, while in Baturan Village it was carried out in conjunction with a meeting of village posyandu cadres at Siaga Sejahtera Sejahtera (DS3). The cadres were very enthusiastic in participating in the FGD and also asked questions about the material presented. This activity can increase understanding about preventing overnutrition and hypertension. It is hoped that this activity can be passed on to the community in a sustainable manner from cadres to the community.