Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Supervisi Pendidikan Untuk Peningkatan Kualitas Pendidik dalam Sistem Pembelajaran di Sekolah Khaerul Kholidi, Ahmad
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 23 No. 1 (2025): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v23i1.2240

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi supervisi pendidikan di satuan pendidikan dan sejauh mana kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pendidik dalam sistem pembelajaran. Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kompetensi pendidik, sehingga pengawasan menjadi instrumen vital dalam pengembangan guru profesional. Supervisi pendidikan diartikan bukan sebagai pengawasan semata, melainkan sebagai proses pelatihan profesional yang sistematis, berkelanjutan, dan terfokus pada peningkatan kinerja guru. Pengawasan pelaksanaan umumnya meliputi tahap perencanaan kebutuhan, pelaksanaan melalui observasi kelas, pembinaan, pendampingan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Peran kepala sekolah sebagai pengawas sangat sentral dalam menciptakan iklim yang kolaboratif dan suportif. Pendekatan supervisi yang efektif berubah dari model otoriter menjadi fasilitator dan mitra bagi guru. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengawasan yang terencana dan dilaksanakan dengan baik memberikan dampak yang signifikan. Pertama, supervisi secara langsung meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, dan personal guru, yang mencakup kemampuan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Kedua, pengawasan yang mendorong pengembangan profesionalisme berkelanjutan dan inovasi dalam praktik mengajar. Ketiga, dampak yang diperoleh dari peningkatan kualitas pendidik ini adalah peningkatan mutu pembelajaran di kelas, yang terlihat dari keterlibatan siswa yang lebih baik, pemahaman materi yang mendalam, dan pencapaian hasil belajar yang optimal. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti kurangnya kompetensi pengawas, keterbatasan waktu, dan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan solusi komprehensif berupa pelatihan supervisor yang berkelanjutan, perubahan paradigma supervisi menjadi lebih kolaboratif, serta dukungan sistem dan teknologi untuk memastikan supervisi pendidikan dapat berjalan efektif sebagai pendorong utama peningkatan kualitas pendidik dan mutu pendidikan secara keseluruhan
The Role of Islam in the Preservation and Transformation of Sasak Traditions: An Ethnographic Study of the Merariq Tradition among Minors Khaerul Kholidi, Ahmad; Irwan; Azis, Abdul
MUMTAZ : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/mumtaz.v5i3.3627

Abstract

Early marriage remains a pressing social issue in Indonesia, particularly in Lombok, where the Sasak community practices merariq (elopement). While deeply rooted in local culture, merariq often intersects with underage marriage, raising concerns about child protection, education, and health. Islam plays a pivotal role in addressing this challenge, not only as a source of religious doctrine but also as a moral and ethical framework guiding family life and social responsibility. This study explores how Islamic values interact with Sasak traditions, functioning both as a preservative force and as an agent of transformation. The research employs a qualitative ethnographic approach, combining fieldwork in Banyu Urip Village, Central Lombok, with policy brief analysis. Data were collected through participant observation, interviews with community leaders, religious figures, parents, and youth, as well as document review. Findings reveal that while merariq embodies symbolic meanings of freedom, honor, and cultural identity, its contemporary practice often perpetuates early marriage due to economic hardship, social pressure, and limited educational access. At the same time, Islamic teachings emphasize maturity, responsibility, and protection of children’s rights, creating tension between tradition, religion, and state law. This study concludes that Islam provides a normative foundation to reinterpret merariq in ways that discourage underage marriage, offering pathways for cultural integration that respect local wisdom while safeguarding children. The results contribute to broader discussions on how religion can mediate tradition and modern legal frameworks, informing culturally sensitive policies for child protection in Indonesia.