Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISLAM YANG WELAS ASIH: Studi Historis dan Hermeneutis Compassion Muslim Perdana El, Joseph
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v10i1.146

Abstract

Jahiliyah mewakili krisis iman, pengetahuan, etika-moralitas, dan krisis sosial masyarakat pra-Islam di Jazirah Arab. Hanif Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan Ismail 'alaihis salam redup dalam  krisis manusia Arab-Makkah di Hijaz pra-islam. Efek sosialnya adalah cinta dan belas kasih atau compassion tereleminasi dalam lingkup komunal secara menyeluruh melalui praktik politeisme, keuntungan ekonomi dan politik parsial dan perbudakan. Manusia sezaman terpenjara namun Allah tidak kehilangan belas kasihnya. Dia Maha Pengasih (Rahman) yang telah menciptakan manusia, Dia jugalah Maha Penyayang (Rahim) yang menyelamatkannya dari “penjara dunia”. Islam lahir di tengah krisis manusia untuk menjawabnya bukan dengan kekerasan, tetapi dengan cinta dan belas kasih. Di dalam diri Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, agenda pembaharuan dimulai dan menggerakkan lahirnya komunitas Muslim perdana dengan ciri primordialnya, yaitu compassion. Keutamaan hidup ini menjadi rahmatan lil alamin (perennial wisdom) bagi semua umat Muslim dan dunia. Oleh karena itu, studi ini berbasis analisis historis dan hermeneutika untuk menemukan esensi Islam yang ber-welas asih dan menyelami karakteristiknya dalam pribadi Rasulullah dan komunitas Muslim perdana yang menginspirasi manusia di segala zaman. 
Faith and Morality Within Sufi Texts:: A Note on the Traces of Sufism And Its Textual Tradition In Indonesia El, Joseph
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 13 No 1 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62095/jl.v13i1.175

Abstract

Sufism cannot be separated from the tradition of texts; it is based on the inspiration of Divine Revelation, infused with faith (tawhid), and experienced in practice. This practice is the ‘path of purity and simplicity’ (fuqara, faqir) aimed at uniting with God. Sufism is taught by the Sufis, who are “the chosen ones of God,” according to Reynold A. Nicholson in The Mystics of Islam. Alternatively, according to the author of al-Luma’, as quoted by Nicholson, this term refers to the prophets, who are chosen for their purity, inspirational knowledge, and commitment to carrying out God’s mission. This paper is a textual analysis of existing Sufi works, combined with early Islamic traditions in Indonesia regarding faith and morality. The author employs historical and hermeneutic approaches to understand the traces of Sufism in Indonesia, as well as the mystical speculation and morality that have been essential spirits in the spread of Islam.