Okra merupakan tanaman jenis sayuran yang belum banyak dibudidayakan secara luas di Indonesia. Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan pada budidaya tanaman dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu mengurangi dosis penggunaan pupuk anorganik dan dikombinasikan dengan pupuk organik pada lahan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi pupuk N anorganik dan N organik yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian dilakukan pada April-Juli 2023 di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 13 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan komposisi pupuk N anorganik dan organik yang berbeda berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah dan luas daun, jumlah buah, bobot segar buah per tanaman dan bobot segar buah per hektar. Perlakuan 75% dosis rekomendasi pupuk N (103,5 kg N ha-1) + 20 ton ha-1 vermikompos dan komposisi 75% dosis rekomendasi pupuk N (103,5 kg N ha-1) + 20 ton ha-1 pupuk kandang memberikan pertumbuhan yang lebih tinggi, hasil panen per hektar yang lebih tinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan dosis pupuk N 25% lainnya. Perlakuan 100 % dosis rekomendasi pupuk N (138 kg N ha-1) layak diusahakan dengan keuntungan yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Namun perlakuan 75% dosis rekomendasi pupuk N (103,5 kg N ha-1) + vermikompos (10 t/ha) merupakan perlakuan komposisi pupuk N anorganik dan organik yang layak diusahakan dengan keuntungan yang lebih tinggi diantara komposisi pupuk N anorganik dan organik lainnya berdasarkan aspek keberlanjutan.