Rahmana, Rivaldi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor - Faktor Yang Memengaruhi Kapasitas Petani Milenial Dalam Upaya Percepatan Regenerasi Petani Di Kapanewon Mlati Kabupaten Sleman Rahmana, Rivaldi; A'yuni, Nur Rohmah Lutfi; Hermawan, R
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v13i1.24651

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penentu kapasitas petani milenial guna mempercepat regenerasi di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Dengan pendekatan kuantitatif survei, dianalisis pengaruh usia, pendidikan formal, pengalaman berusahatani, dukungan keluarga, dukungan sosial, dan efektivitas kegiatan penyuluhan. Instrumen kuesioner teruji validitas dan reliabilitasnya terdiri dari 38 pertanyaan, diisi oleh 73 petani milenial pengelola tanaman pangan/hortikultura, dipilih secara Slovin (galat 5%) dan lokasi purposive (populasi tertinggi berdasarkan data Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman). Data ordinal dikonversi ke interval menggunakan Method of Successive Intervals (MSI) lalu dianalisis dengan regresi linier berganda (SPSS 26) setelah memenuhi asumsi klasik (normalitas, non-multikolinearitas, homoskedastisitas). Hasil uji parsial (t) menunjukkan seluruh variabel berpengaruh positif-signifikan (p<0,05). Koefisien terstandarisasi mengungkap dukungan sosial (β=0,280) dan dukungan keluarga (β=0,249) sebagai faktor dominan, menegaskan peran krusial modal sosial. Faktor karakteristik petani (usia β=0,209; pendidikan formal β=0,173; pengalaman berusahatani β=0,172) signifikan namun berpengaruh lebih rendah. Efektivitas kegiatan penyuluhan (β=0,207) signifikan, namun selisih koefisien beta (Δβ=0,073) menunjukkan efektivitasnya 26% lebih rendah dibanding dukungan sosial, merefleksikan keterbatasan pendekatan top-down yang kurang mempertimbangkan dimensi sosio-kultural.