Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pembinaan Kerohanian Islam Pondok Pesantren di Rutan Kelas IIB Nganjuk Ahmad Akbar Beng Lieng
Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Vol. 17 No. 1 (2025): Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-riwayah.v17i1.1579

Abstract

Criminal acts are actions that are prohibited by law and subject to sanctions. Perpetrators of criminal acts are often influenced by factors such as need, bad habits, or family environment. The criminal justice process does not only aim to punish, but also rehabilitate perpetrators through guidance in correctional institutions. In Indonesia, the correctional system is based on Pancasila and the 1945 Constitution, emphasizing collaboration between prisoners, supervisors and the community. Law No. 22 of 2022 underlines the importance of coaching to prepare prisoners to return to society. However, overcrowding in detention centers often causes stress and negative behavior. Nganjuk Class IIB Detention Center addresses this issue with an Islamic boarding school-based coaching program aimed at increasing the faith and morals of inmates. This research uses a qualitative method with a case study approach, involving observation, documentation and interviews. The results show that spiritual development programs, such as congregational prayers and recitations, are effective in increasing the spirituality of prisoners. However, challenges such as lack of motivation still exist. Therefore, more interesting coaching strategies are needed to optimally achieve rehabilitation goals. This program also prepares prisoners for reintegration with a stronger faith.
PERAN MASYARAKAT DALAM REINTEGRASI SOSIAL NARAPIDANA MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY BASED CORRECTION Mitro Subroto; Ahmad Akbar Beng Lieng
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.3759

Abstract

Artikel ini membahas peran strategis masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial narapidana melalui pendekatan Community Based Correction. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap aktor-aktor kunci seperti petugas pemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta keluarga mantan narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan dukungan moral, kesempatan kerja, serta penerimaan sosial berkontribusi besar terhadap keberhasilan adaptasi mantan narapidana di lingkungan sosialnya. Namun, tantangan berupa stigma sosial dan kurangnya pemahaman masyarakat masih menjadi hambatan utama. Kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, LSM, serta media dinilai penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya reintegrasi sosial. Pendekatan Community Based Correction terbukti efektif dalam memfasilitasi proses pemulihan sosial jika didukung oleh sinergi antar pihak dan adanya ruang partisipasi yang inklusif di tingkat komunitas. ArtikelĀ ini menegaskan bahwa masyarakat bukan hanya sebagai penerima mantan narapidana, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun kembali identitas dan peran sosial mereka.