Generasi alpha, generasi yang lahir di era digital, memiliki karakteristik unik yang membutuhkan pendekatan pendidikan yang berbeda. Konsep Tri Pusat Pendidikan, yang terdiri dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, menjadi relevan untuk diterapkan dalam membentuk karakter generasi alpha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep Tri Pusat Pendidikan dalam membentuk karakter generasi alpha. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan fokus pada kajian konsep Tri Pusat Pendidikan, karakteristik generasi alpha, dan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam membentuk karakter generasi alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Tri Pusat Pendidikan masih relevan dalam membentuk karakter generasi alpha. Keluarga sebagai pusat pendidikan pertama memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan karakter sejak dini. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal berperan dalam mengembangkan potensi intelektual dan sosial emosional siswa. Masyarakat sebagai lingkungan sosial yang lebih luas memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi generasi alpha. Namun, dalam konteks era digital, peran masing-masing pusat pendidikan perlu disesuaikan. Keluarga perlu lebih aktif dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak, sekolah perlu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, dan masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan generasi alpha. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi alpha yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.