Zahra, Annisa Az
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko pada Usaha Susu Kambing: Studi Kasus Cikenza Farm Rezeki, Syifa Amelia; Zahra, Annisa Az; Eko, Kennedy Prabowo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28209

Abstract

Cikenza Farm merupakan usaha peternakan susu kambing sejak tahun 2019 juga berlokasi di Dusun XVII T. Bayan, Desa Saentis, Gg. Pendidikan. Fokus utama usaha ini adalah menyediakan susu kambing berkualitas tinggi dengan menonjolkan manfaat kesehatannya. Namun, dalam perjalanannya, Cikenza menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek pemasaran dan manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang dihadapi, khususnya dalam aspek finansial, serta memberikan strategi mitigasi yang tepat. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriftif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap kegiatan peternakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama yang dihadapi Cikenza meliputi ketergantungan pada satu pemasok pakan, penurunan kualitas susu akibat pakan yang tidak sesuai, serta gangguan kesehatan ternak. Selain itu, risiko sistem dan eksternal, seperti kenaikan harga pakan dan persaingan pasar, juga menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, strategi yang dapat diterapkan meliputi diversifikasi produk, penerapan sistem manajemen risiko yang lebih baik, serta pemanfaatan teknologi dalam operasional bisnis. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan dan daya saing Cikenza Farm di industri susu kambing.
Policy, Investment, and Organizational Readiness as Determinants of Electronic Medical Record Adoption in Primary Healthcare Clinics Darsono, Susilo Nur Aji Cokro; Zahra, Annisa Az; Rahman, Ferry Fadzlul; Syelvia, Delvi
Journal of Economics Research and Social Sciences Vol. 10 No. 1: February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jerss.v10i1.30240

Abstract

Indonesia mandated the implementation of Electronic Medical Records (EMR) in all healthcare facilities through Minister of Health Regulation No. 24 of 2022, requiring full adoption by December 31, 2023. However, variations in implementation across primary healthcare facilities remain evident. This study aimed to analyze factors associated with the level of EMR adoption in clinics at level-1 healthcare facilities in Bantul Regency, Indonesia. A quantitative cross-sectional study was conducted using structured questionnaires distributed to clinic officials in primary healthcare clinics that had implemented EMR systems. Data were collected from 51 respondents representing 35 clinics between January and February 2024. The variables examined included top management beliefs, top management participation, public policy, investment, and organizational performance. A multiple linear regression analysis in SPSS version 22 was conducted to examine the relationships between these variables and the EMR adoption rate. The findings show that top management beliefs, public policy, investment, and organizational performance are significantly associated with the EMR adoption rate. In contrast, top management participation does not demonstrate a statistically significant relationship with adoption levels. Among the examined variables, investment and public policy show the strongest influence, highlighting the importance of financial readiness and supportive regulatory frameworks in facilitating EMR implementation. EMR adoption in primary healthcare clinics is largely driven by policy support, organizational capacity, and investment in health information technology. Strengthening regulatory implementation, providing clearer guidance, and ensuring sustainable funding are essential to accelerate digital health transformation. Future research should examine broader implementation outcomes such as usability, workflow integration, and healthcare service quality.