Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Building Trust through Public Health: How TMII Can Reimagine Health Tourism Post – Covid 19 Hadawiyah, Robiyatul; Wijirahayu, Suciana; Aini, Qurrota Nurul; Maulani, Hilma Amalia; Kharisma, Rona Nurul
International Conference on Education for All Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Peguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourists one sector which is most hit by restrictions which are enforced by Lots country. Dissemination of Covid-19 pushed the government to take various policies to reduce transmission of the Covid-19 virus and concentration of people in society. One of them is closure policy place tourism throughout Indonesia that has an impact on businessmen of the tourist industry. One of the places tourism that completely renovated is Taman Mini Indonesia Indah (TMII) in East Jakarta. Knowledge measurement was carried out qualitatively using literature study. After the survey and education about CHSE tourism health promotion for TMII managers, the results showed a change in knowledge in almost all participants understanding the CHSE assessment instrument and using it as a guide for TMII managers to remain consistent in providing maximum service standards in order to comply with health protocol standards in the post-pandemic era, In order to restore public trust by providing a sense of security and comfort, TMII management ensures that tourism sector workers have received complete vaccines and comply with health protocols. To create a clean, healthy, safe and comfortable tourism sector, Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) certification is very important for tourism sector businesses for implementation.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Korban Kekerasan dalam Pacaran pada Siswi SMA di Bekasi Handayani, Sarah; Kharisma, Rona Nurul
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i2.282

Abstract

Kekerasan dalam pacaran merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkan dampak fisik, seksual, dan psikologis pada remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian korban kekerasan dalam pacaran pada siswi SMA X di Bekasi. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini dilakukan pada Februari–Mei 2025. Sebanyak 109 siswi dipilih dari populasi 485 siswi menggunakan purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Sebanyak 54 responden (49,5%) pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Mayoritas responden memiliki pengetahuan tinggi (78,0%), tidak terpapar informasi (58,7%), mengalami konflik keluarga (61,5%), tidak memiliki kelemahan fisik (78,0%), dan tidak terpengaruh teman sebaya (51,4%). Pengetahuan berhubungan dengan kejadian kekerasan dalam pacaran (p=0,003; PR=0,361; 95% CI: 0,162–0,804). Kelemahan fisik (p=0,009; PR=1,771; 95% CI: 1,262–2,485) dan pengaruh teman sebaya (p=0,005; PR=1,796; 95% CI: 1,198–2,694) juga menunjukkan hubungan bermakna. Sikap, keterpaparan informasi, dan konflik keluarga tidak menunjukkan hubungan bermakna. Sekolah perlu menyediakan edukasi hubungan sehat, mekanisme pelaporan yang aman, dan layanan konseling yang mudah diakses untuk memperkuat deteksi dini serta dukungan bagi korban.