Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau mencapai 16.771 yang tersebar di seluruh wilayah, terdiri atas beberapa pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Persebaran penduduk cenderung tidak merata, dengan lebih dari 55,93% terkonsentrasi di Pulau Jawa (Disdukcapil, Juni 2024). Aktivitas geologi seperti letusan gunung berapi dan pergeseran lempeng bumi sering menyebabkan kerusakan struktural, khususnya pada pasangan dinding bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif terhadap karakteristik mekanik pasangan dinding bata ringan. Sampel uji berupa pasangan dinding berdimensi 62 cm × 62 cm × 10 cm menggunakan tiga variasi mortar: Mortar Utama 380 (kontrol), Mortar Utama 380 dengan Addibond, dan Mortar Utama 380 dengan Alkasit. Pengujian dilakukan terhadap kuat tekan vertikal dan horizontal menggunakan Universal Testing Machine, serta kuat geser dan kuat lekat menggunakan frame pengujian khusus. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Addibond meningkatkan kuat tekan vertikal dan horizontal, namun menurunkan kuat lekat dan kuat geser. Sementara itu, penambahan Alkasit memberikan peningkatan pada kuat tekan vertikal dan horizontal serta kuat geser, tetapi menurunkan kuat lekat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa zat aditif memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan mekanik pasangan dinding bata ringan, dengan efek yang bervariasi tergantung jenis aditif yang digunakan. Kata kunci : kuat tekan, kuat geser, kuat lekat, pasangan dinding, bata ringan.