Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Ekonomi Kreatif Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Kampung-Kampung Kota Di Kecamatan Gayungan Surabaya ismurdiyahwati, ika
Majalah Ekonomi Vol 17 No 2 (2013): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.985 KB)

Abstract

Mengingat adanya program pemberdayaan (empowerment), yang dapat mengangkat persoalan yang ada di masyarakat perkampungan kota, dengan upaya pengadaan program ekonomi kreatif, maka kemudian dikembangkan dalam bentuk program-program kampung kreatif. Kampung-kampung kreatif yang digunakan sebagai acuan, adalah kampung-kampung yang berada di lingkungan kecamatan Gayungan Surabaya. Tema yang diusung adalah, Pengadaan Kampung-kampung Kreatif Sebagai Kampung Edukasi, Industri dan Wisata di Kelurahan Menanggal dan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya. Potensi unggulan pada Kelurahan Menanggal adalah keberadaan dari bank sampah non organik yang digunakan untuk membayar listrik dan disetorkan ke bank sampah pusat di daerah Kabupaten Gresik. Potensi unggulan dari kampung-kampung di kelurahan Dukuh Menanggal, adalah adanya usaha perpustakaan umum yang diselenggarakan warga kampung sebagai taman bacaan masyarakat. Tujuan dari program kampung kreatif adalah, untuk membangun kepercayaan diri individu dan masyarakat, beserta lingkungan secara umum, bahwa ada potensi yang dapat diolah sehingga menghasilkan karya, atau produk yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Manfaatnya, adalah dengan adanya masyarakat kreatif yang humanis, yang menghasilkan produk-produk kreatif yang humanis dan sustainable. Metode yang digunakan adalah, metode advokasi (pendampingan), melalui pemetaan masalah: territorial (wilayah), pemerintahan daerah, pemetaan kependudukan, karakter (budaya) warga, ekonomi warga, politik warga, spiritual warga, infrastruktur, tata ruang, dan pendidikan. Sehubungan dengan itu, selain metode pendampingan sebagai metode utama, juga digunakan metode pelatihan, yang disebut ‘eksperimen kreatif’ (workshop eksperimen kreatif). Workshop tersebut, adalah workshop yang mengeksplorasi potensi diri dan lingkungan sekitar di kampung sasaran. Mulai dari mengidentifikasi ide sebagai bahan diskusi, lalu mengeksplorasi ide, mengembangkan desain, memproduksi, mengemas dan memasarkannya. Pada pengemasan, yakni pengemasan produk dan pengemasan dagang, melalui festival, media cetak dan elektronik, televisi, radio, situs web, penitipan barang di toko-toko, dan sejenisnya.
Ekonomi Kreatif Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Kampung-Kampung Kota Di Kecamatan Gayungan Surabaya ismurdiyahwati, ika
Majalah Ekonomi Vol 17 No 2 (2013): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat adanya program pemberdayaan (empowerment), yang dapat mengangkat persoalan yang ada di masyarakat perkampungan kota, dengan upaya pengadaan program ekonomi kreatif, maka kemudian dikembangkan dalam bentuk program-program kampung kreatif. Kampung-kampung kreatif yang digunakan sebagai acuan, adalah kampung-kampung yang berada di lingkungan kecamatan Gayungan Surabaya. Tema yang diusung adalah, Pengadaan Kampung-kampung Kreatif Sebagai Kampung Edukasi, Industri dan Wisata di Kelurahan Menanggal dan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya. Potensi unggulan pada Kelurahan Menanggal adalah keberadaan dari bank sampah non organik yang digunakan untuk membayar listrik dan disetorkan ke bank sampah pusat di daerah Kabupaten Gresik. Potensi unggulan dari kampung-kampung di kelurahan Dukuh Menanggal, adalah adanya usaha perpustakaan umum yang diselenggarakan warga kampung sebagai taman bacaan masyarakat. Tujuan dari program kampung kreatif adalah, untuk membangun kepercayaan diri individu dan masyarakat, beserta lingkungan secara umum, bahwa ada potensi yang dapat diolah sehingga menghasilkan karya, atau produk yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Manfaatnya, adalah dengan adanya masyarakat kreatif yang humanis, yang menghasilkan produk-produk kreatif yang humanis dan sustainable. Metode yang digunakan adalah, metode advokasi (pendampingan), melalui pemetaan masalah: territorial (wilayah), pemerintahan daerah, pemetaan kependudukan, karakter (budaya) warga, ekonomi warga, politik warga, spiritual warga, infrastruktur, tata ruang, dan pendidikan. Sehubungan dengan itu, selain metode pendampingan sebagai metode utama, juga digunakan metode pelatihan, yang disebut ‘eksperimen kreatif’ (workshop eksperimen kreatif). Workshop tersebut, adalah workshop yang mengeksplorasi potensi diri dan lingkungan sekitar di kampung sasaran. Mulai dari mengidentifikasi ide sebagai bahan diskusi, lalu mengeksplorasi ide, mengembangkan desain, memproduksi, mengemas dan memasarkannya. Pada pengemasan, yakni pengemasan produk dan pengemasan dagang, melalui festival, media cetak dan elektronik, televisi, radio, situs web, penitipan barang di toko-toko, dan sejenisnya.
The Development Of Traditional Batik Patterns From Sacred To Profan Of East Regional Province Of East Java Atiqoh; Ika Ismurdiyahwati
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.723 KB)

Abstract

Masalah utama dari varietas motif batik dari Jawa timur adalah masih adanya aspek fungsi, filosofi, dan aesteik dari nilai batik itu sendiri yang sudah turun temurun dikembangkan oleh nenek moyang di masa terdahulu tetapi pada zaman saat ini yang sudah dikerjakan oleh generasi baru maka ada transformasi tersendiri dari motif batik tersebut yang baisanya akibat dari perbedaan budaya yang sudah berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan dokumentasi berbagai batik tradisional menjadi berbagai jenis batik yang ada saat ini untuk membuat inspirasi bagi perkembangan seni di masa depan tanpa mengabaikan konsep pendahulu dan teknologi yang digunakan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif tentang pengembangan berbagai batik tradisional dari berbagai kabupaten di wilayah timur, provinsi Jawa Timur. Variasi yang dipelajari meliputi varietas dari Banyuwangi, Jember, Probolinggo dan Pasuruan melalui studi bahasa visual, estetika mitos dan filosofi kosmologis dan metode pengumpulan data dan teknik. Hasil penelitian di berbagai daerah di Provinsi Jawa Timur menemukan kecenderungan berbagai gaya batik tradisional yang sudah ada dipengaruhi oleh berbagai gaya batik di Provinsi Jawa Tengah. Kata Kunci: Pola Motif, Batik, profane, sacred, pengembangan.
Songke Fabric in Libo, Wela Kaweng and Su'i Motif from Perak Village, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara, in Study of Visual Aesthetics of Meaning and Function Mariani Irma Yanti Pantur; Ika Ismurdiyahwati
IMAGIONARY Vol 1 No 2 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.758 KB) | DOI: 10.51353/jim.v1i2.753

Abstract

Songke fabrics with libo, wela kaweng and su'I motifs are a type of Indonesian textile work. Songke cloth with libo, wela kaweng and su'I motifs is a textile work from Perak village, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. This research takes the topic of the libo, wela kaweng and su’I motifs on songke cloth in Perak village, Manggarai Regency, because these motifs are superior motifs that are often produced and a cultural heritage that has its own meaning and function. Therefore, this study aims to determine the visual aesthetic meaning and function of songke cloth in libo, wela kaweng and su'I motifs on songke cloth. The data sources in this study are the figures of songke cloth craftsmen, the village head, and cultural observers. This type of research uses descriptive qualitative with an explanation through the data obtained from data collection using the method of observation, documentation, and direct interviews. The results of this study show that the libo motif means the relationship between humans and the natural surroundings where in everyday life humans always need water to sustain life. The wela kaweng motif means a plant that can be used as medicine to heal and treat livestock wounds in ancient times and the su’I motifs means as a bridge that separates the customs between the tribes in the Silver Village. Songke fabrics with libo, wela kaweng and su'I motifs are used by the Manggarai community in attending traditional ceremonies such as engagements, weddings, penti (year-end thanks giving or every harvest) and funerals.
Pendampingan Pembuatan Mural Sebagai Upaya Perbaikan Kawasan Kampung Gedung Tarukan Surabaya Sepbianti Rangga Patriani; Tantra Sakre; Herman Sugianto; Ika Ismurdiyahwati; Suparman; Hariadie
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.4181

Abstract

Kawasan kampung Gedung tarukan merupakan salah satu wilayah yang berada di timur kota Surabaya yang tergolong asri dan indah, hal ini dapat dijumpai dengan banyaknya penghijauan yang dilakukan disetiap Kawasan kampung. Selain penghijauan, banyak juga kawasan di kampung Tarukan masih terlihat kurang bersih, salah satunya adalah tembok atau dinding rumah yang berhadapan dengan jalan pintu masuk Kawasan kampung masih terlihat kurang indah dan rapi. Untuk memberikan kesan keindahan yang lebih, maka perlukiranya ditambahkan unsur estetik yang ditampilkan dalam bentuk visual yaitu mural. Berangkat dari permasalah tersebut maka prodi Pendidikan seni rupa melakukan pendampingan pembuatan mural di dinding Gedung pintu masuk Kawasan kampung Gedung Tarukan. Pelaksanaan pendampingan mural ini dilakukan dalam 3 tahapan, antara lain: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, subjek dari kegiatan ini sebanyak 17 mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Rupa. Dari hasil kegiatan pendampingan mural tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan skil dan pemahaman dari peserta yang mengikuti proses pembuatan mural. Selain itu hasil dari pendampingan mural ini memberikan perbaikan Kawasan kampung Gedung Tarukan Surabaya.
Proses Pembuatan Gerabah Seni Dengan Teknik Pilin Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Produksi Keramik Bakaran Rendah Di Desa Kedungsari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri Herman Sugianto; Sepbianti Rangga Patriani; Tantra Sakre; Ika Ismurdiyahwati; Suparman; Hariadie
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedungsari village is one of the areas in the west of the city of Kediri, the majority of the population is working as farmers. Apart from being farmers, there are some people who work as pottery craftsmen where the resulting production tends to meet daily necessities such as boys, jugs and others. The touch of art on the work produced has not yet been applied to their products, so the work produced is more likely to be the same as other pottery craftsmen. The wealth of land as a basic material in the manufacture of grabah products in Kedungsari village is quite large and abundant to be considered and developed further as an effort to increase the income of the local community. Olek, therefore, it is necessary to hold socialization and training to produce good works of art pottery. The implementation of this assistance is carried out in 3 stages, including: planning, implementation and evaluation, the subject of this activity is 10 students majoring in Fine Arts Education and youth youth organizations in Kedungsari Village. From the results of this mentoring activity, it can be concluded that there was an increase in the skills and understanding of the participants who took part in the process of making art pottery. In addition, the results of this assistance provide improvements to the resulting product.
Pelatihan Eco Print Teknik Steaming (Kukus) untuk Ibu PKK Desa Lambangan Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur Herman Sugianto; Sepbianti Rangga Patriani; Tantra Sakre; Suparman Suparman; Ika Ismurdiyahwati; Garcia Iktia
JPMNT JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/jpmnt.v3i1.678

Abstract

The Community Service Program (PPM) implemented by the Fine Arts Education Study Program of PGRI Adi Buana University Surabaya aims to provide solutions to the problems faced by PKK women in Lambangan Village, Wonoayu, Sidoarjo. The problem identified is the lack of skills in utilizing abundant natural materials, such as leaves and flowers, to produce creative handicraft products. One of the potentials that has not utilized optimally is the processing of these natural materials into eco print crafts. In fact, eco print has a fantastic opportunity to improve people's skills and provide additional economic value to support family income. As a solution, this PPM activity focuses on providing training on eco printing techniques with the steaming method to PKK women. The training conducted in a structured manner in three meetings to ensure that all participants acquired adequate knowledge and skills. The training material includes a basic understanding of eco print, material processing techniques, and firsthand practice of making products. With this approach, it hoped that participants will not only be able to produce eco-print-based artworks but also have the potential to develop handicraft businesses in the future. The results of the activity showed an increase in the ability of participants to process natural materials into handicraft products that have aesthetic and economic value. In addition, this activity succeeded in providing motivation for PKK women to utilize the potential of the surrounding environment more creatively and productively. Thus, this program contributes to the development of community skills, especially in supporting women's empowerment and improving family welfare in Lambangan Village.
penggunaan penggunaan teori clive bell pada gambar khas spanduk pecel lele, asal kabupaten Lamongan, Jawa Timur Billah, Daniyatu; Ismurdiyahwati, Ika
IMAGIONARY Vol 3 No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/jim.v3i1.913

Abstract

Clive Bell is a philosopher of modern classical art who is famous for his idea of ​​significant form. Bell is a philosopher who was influenced by Plato's line of thought about beautiful forms that seem to be outside the form of the work itself. According to him, all aesthetic systems start from the subject's personal experience of the occurrence of typical emotions. There are three theories of Clive Bell, namely aesthetic emotion, meaningful form, and essentialism. This research uses a qualitative research approach with data collection stages as the completion material for this research, because qualitative methods generally emphasize analysis or descriptiveness. Data can be obtained from data collection techniques in the form of in-depth interviews and observation. Based on the analysis carried out, a new meaning emerged in the typical image from pecel lele’s banner. The typical image pecel lele’s banner is not just an ordinary banner without any artistic value in it. After carrying out this research, it was found that in the typical image pecel lele’s banner there are Clive Bell's principles, namely aesthetic emotions; as sales identity, meaningful forms; as a memorable image, and essentialism; the typical image as identification and there are also principles of painting such as color lines, shapes, planes, and textures.
PELATIHAN ECO PRINT TEKNIK POUNDING DAN STEAMING  UNTUK GURU IGTKI KECAMATAN JAMBANGAN SURABAYA SEBAGAI PENGEMBANGAN MEDIA AJAR DAN PENERAPAN P5 Sugianto, Herman; Suparman; Tantra Sakre; Sepbianti Rangga Patriani; Ika Ismurdiyahwati; Garcia
Kanigara Vol 5 No 2 (2025): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/rpk50r87

Abstract

Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Ini Mempunyai Tujuan Untuk Memberikan Solusi Terhadap Masalah Yang Dijumpai Di guru-guru PAUD di kecamatan jambangan, Dimana Terdapat berbagai kebutuhan dalam upaya pengembangan media dan penerapan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang cenderung masih dalam lingkup peserta didik masih diarahakan dalam proses pembuatan makanan yang selama ini sudah sering kali digunakan. Penerapan ecoprint memberikan nuansa baru bagi peserta didik didalam pembuatan media ajar dan membentuk karakter yang diharapkan dalam program P5, salah satunya merangsang motorik halus pada siswa, sehingga daya kreatifitas siswa meningkat, serta membangun kerjasama dan keakraban antara wali murid dan peserta didik. Berdasarkan Permasalahan Di Atas Salah Satu Solusi Yang Perlu Dilakukan Adalah memberikan pelatihan ecoprint dengan Teknik Pounding dan Steming (kukus) pada guru-guru PAUD. Kegiatan PPM Prodi Pendidikan Seni Rupa, Memberikan pelatihan dan pendampingan dalam proses ecoprint dengan pounding steaming. Kegiatan PPM di KB-TK Muslim Surabaya kecamatan Jambangan kota Surabaya 3 hari atau tiga kali pertemuan guna memastikan semua peserta yang terlibat mendapatkan pengetahuan yang maksimal.
Fenomenologi Estetika pada Bahasa Rupa Anak Ismurdiyahwati, Ika
Dekonstruksi Vol. 10 No. 03 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i03.254

Abstract

Pada kajian Fenomenologi Estetika saat ini, sudah dapat mempergunakan pendekatan keilmuan lain yang berhubungan dengan analisa gambar, termasuk gambar-gambar tunggal yang dirangkai, seperti slide video, komik dan gambar-gambar seri yang menampilkan unsur ‘gerak’ pada aspek bercerita. Awal dari keberadan bahasa rupa bercerita ini, oleh penulis, dengan mengujinya pada pembacaan relief candi Plaosan Lor, Gambar motif Lampion Damar Kurung, gambar Anak-anak. Kemudian pada perkembangan selanjutnya pada gambar-gambar bayangan hasil dari aspek gerak/‘sabetan’ wayang kulit yang dimainkan dalang, lalu pada aspek gerak kegiatan anak-anak yang berada di kampung-kampung kota. Sebelumnya pada penemuannya oleh Primadi Tabrani, bahasa rupa diujikan pada relief candi Borobudur dan gambar-gambar pada kain kulit kayu Wayang beber, dan juga pada gambar anak-anak di era yang berbeda. Uji analisis menggunakan metoda kualitatif deskripsi dan bermula dari grammar of television’s picture (Zoom out/In), yang dikembangkan menjadi bahasa rupa bercerita. Kemudian, dari aspek ‘gerak’ tersebut dapat dipelajari lebih lanjut, bahwa ternyata terdapat aspek fenomena estetik pada karya anak-anak, karena gambar-gambar anak sebenarnya/aslinya merupakan gambar-gambar naratif yang dapat dideskripsikan. Menggunakan struktur artistik yang dibangun melalui persepsi imajinasinya, dan semuanya membawa aspek “gerak” agar dapat diceritakan.