Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interpretasi Lafal Hadis La Tusyaddu Ar-Rihal Illa Lisalasati Masajid Dalam Dunia Pariwisata(Studi Ma’anil Hadis) Safira Anatasya; Muhammad Hasnan Nahar
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8957

Abstract

Destinasi atau objek wisata menjadi bahan pertimbangan wisatawan dalam memilih tempat wisata, banyak diantara pecinta wisata yang memilih destinasi berdasarkan keindahan tanpa memperhatikan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. Kondisi kepariwisataan ini memunculkan persoalan-persoalan di tengah masyarakat hal ini disebabkan beredarnya hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid, ditambah dengan pemahaman hadis secara tekstual dan leterlek. Sehingga kehujjahan dan makna dari hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid perlu diteliti dan dikaji kembali. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa hadis la tusyaddu ar rihall illa li salasati masajid dinilai sahih ligahirihi meskipun terdapat satu jalur ad-Darimi dinilai hasan. Hadis tersebut dapat digunakan dan dijadikan hujjah dalam kehidupan. Adapun makna larangan yang terdapat dalam hadis dikhususkan bagi syaddu ar rihal dalam rangka ibadah dan pengagungan suatu tempat kecuali tiga masjid tersebut. Melakukan perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, tadabur alam, piknik dan mengunjungi keluarga diperbolehkan serta tidak termasuk ke dalam larangan tersebut.
Interpretasi Lafal Hadis La Tusyaddu Ar-Rihal Illa Lisalasati Masajid Dalam Dunia Pariwisata(Studi Ma’anil Hadis) Safira Anatasya; Muhammad Hasnan Nahar
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8957

Abstract

Destinasi atau objek wisata menjadi bahan pertimbangan wisatawan dalam memilih tempat wisata, banyak diantara pecinta wisata yang memilih destinasi berdasarkan keindahan tanpa memperhatikan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. Kondisi kepariwisataan ini memunculkan persoalan-persoalan di tengah masyarakat hal ini disebabkan beredarnya hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid, ditambah dengan pemahaman hadis secara tekstual dan leterlek. Sehingga kehujjahan dan makna dari hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid perlu diteliti dan dikaji kembali. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa hadis la tusyaddu ar rihall illa li salasati masajid dinilai sahih ligahirihi meskipun terdapat satu jalur ad-Darimi dinilai hasan. Hadis tersebut dapat digunakan dan dijadikan hujjah dalam kehidupan. Adapun makna larangan yang terdapat dalam hadis dikhususkan bagi syaddu ar rihal dalam rangka ibadah dan pengagungan suatu tempat kecuali tiga masjid tersebut. Melakukan perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, tadabur alam, piknik dan mengunjungi keluarga diperbolehkan serta tidak termasuk ke dalam larangan tersebut.