Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan salah satu jenis tumor ganas yang terjadi pada sel epithel nasofaring yang disebabkan oleh Eibstein-Barr Virus (EBV). Manajemen terapi KNF adalah radioterapi karena tumor umumnya bersifat radiosensitif. Komplikasi pemberian radioterapi pada pasien KNF dapat terjadi di kulit (hiperpigmentasi), gigi dan mulut (xerostomia), mata (gangguan penglihatan), telinga (ototksisitas), hidung (nasopharyngeal hemorrage) dan saraf limfe (benjolan unilateral). Tujuan dari peneltian ini untuk mengetahui komplikasi radioterapi pasien karsinoma nasofaring di poli THT-KL RSPAL Dr Ramelan Surabaya Periode Januari 2021 – Januari 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian menggunakan pasien KNF dengan radioterapi yang memiliki komplikasi pada kulit, gigi dan mulut, mata, telinga, hidung dan saraf limfe yang tercatat di rekam medis Poli THT-KL RSPAL Dr Ramelan Surabaya Periode Januari 2021 – Januari 2022. Hasil penelitian menunjukkan 40 kasus pasien KNF dengan radioterapi yang memiliki komplikasi. Angka kejadian komplikasi kulit didapatkan 0 kasus (0%). Angka kejadian komplikasi gigi dan mulut didapatkan 30 kasus (35%) dengan kasus tertinggi pada pasien odinofagia sebanyak 13 kasus (43%). Angka kejadian komplikasi mata didapatkan 7 kasus (8%) dengan kasus tertinggi pasien kebutaan sebanyak 3 kasus (43%). Angka kejadian komplikasi telinga didapatkan 18 kasus (21%) dengan kasus tertinggi pada pasien tinnitus sebanyak 10 pasien (56%). Angka kejadian komplikasi hidung didapatkan 15 kasus (17%) dengan kasus tertinggi pasien rhinorrhea sebanyak 11 pasien (73%). Angka kejadian komplikasi saraf didapatkan 8 kasus (9,5%) dengan kasus tertinggi pasien sefalgia sebanyak 7 pasien (87%). Angka kejadian komplikasi limfe didapatkan 8 kasus (9,5%) pembesaran KGB.