Abstrak Mahasiswa baru sering dikaitkan dengan proses penyesuaian diri atau adaptasi terhadap lingkungan yang berbeda di perguruan tinggi. Banyaknya perbedaan aspek kehidupan yang dihadapi oleh mahasiswa baru menjadi sebuah stimulus yang dapat memicu terjadinya kecemasan. Banyaknya ujian yang ditempuh mahasiswa kedokteran, salah satunya ujian SOOCA menyebabkan mahasiswa mengalami kecemasan. SOOCA merupakan salah satu syarat kelulusan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah. Kondisi pandemi yang mengakibatkan proses perkuliahan dilakukan secara daring mengganggu beberapa angkatan dalam pelaksanaan ujian, terlebih mahasiwa semester II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan berdasarkan Zung Self Rating-Anxiety Scale (ZSAS) dengan hasil ujian SOOCA di masa transisi pembelajaran offline pada mahasiswa semester II tahun akademik 2021-2022 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional. Jumlah responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebesar 101 mahasiswa. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada 101 orang responden menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 78 responden (77,2%) mengalami tingkat kecemasan normal/tidak cemas, responden yang mengalami tingkat kecemasan ringan sebanyak 20 responden (19,8%), dan 3 responden (3,0%) lainnya mengalami tingkat kecemasan sedang. Setelah dilakukan analisis statistik dengan uji korelasi Spearman dinyatakan terdapat hubungan yang tidak signifikan antara tingkat kecemasan dengan hasil ujian SOOCA di masa transisi pembelajaran offline pada mahasiswa semester II Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (p=0,916). Kata kunci : SOOCA; masa transisi; tingkat kecemasan