Kebijakan nasional memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi layanan kebidanan di daerah tertinggal, terdepan, dan terisolasi (3T) yang berbasis komunitas. Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, diperlukan pendekatan yang adaptif dan berkelanjutan dari pemerintah maupun yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini mengkaji dampak kebijakan nasional terhadap pengembangan program kebidanan yang inovatif, terutama di daerah 3T. Metode Penelitian ini menggunakan metode Scoping Review dengan mengumpulkan, menyeleksi, mengektraksi dan mengkaji artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian berdasarkan kata kunci yang telah ditetapkan, pencarian literature menggunakan database Scopus, Proquest dan Scince Direct dan Google Scholar dengan Ruang lingkup yang dibatasi dengan framework PICO (Popilation / Problem, Intervention, Comparation, outcame) berdasarkan data inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan pencarian literatur menghasilkan 24 artikel ilmiah yang kemudian melalui proses penseleksian, penilaian dan review menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) terdapat 5 (lima) artikel yang relevan. Hasil analisis yang dilakukan menunjukan bahwa kebijakan nasional yang mendukung inklusivitas dan pemberdayaan komunitas akan mendorong terciptanya solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan lokal. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat lokal menjadi faktor kunci dalam peningkatan akses dan kualitas layanan kebidanan. Hal ini mengindikasikan bahwa kebijakan nasional yang responsif dapat berperan signifikan dalam mengatasi tantangan pelayanan kesehatan di daerah 3T, sehingga memperkuat sistem kesehatan yang lebih adil dan berkelanjutan.