Kualitas sumber daya manusia suatu negara sangat dipengaruhi oleh keberhasilan pendidikan. Guru dituntut menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa tidak cepat bosan. Dalam hal ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan wawasan secara mandiri. Untuk mengatasi rendahnya keaktifan belajar siswa, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Salah satu solusi efektif adalah melalui pendekatan berbasis permainan. Melalui pendekatan ini, siswa secara tidak langsung dapat mengeksplorasi pengetahuan dan memperluas wawasannya secara mandiri. Pendekatan ini juga mendorong interaksi dua arah, baik antara siswa dengan guru maupun antar siswa, sehingga keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pun meningkat. Dengan demikian, suasana belajar di kelas menjadi lebih hidup dan menarik. Teknik pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini dengan cara observasi di lapangan dilanutkan dengan wawancara dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknik triangulasi, khususnya triangulasi sumber. Hasil observasi pada siklus I menunjukkan bahwa penerapan model Game Based Learning dengan media Board Game mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Pada pra penelitian, hanya 1 dari 36 peserta didik (2,78%) yang aktif, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 3 peserta didik (8,33%). Meskipun terdapat peningkatan, hasil tersebut belum mencapai indikator keberhasilan sehingga diperlukan perbaikan untuk siklus II. Hasil observasi pada siklus II menunjukkan bahwa keaktifan belajar peserta didik meningkat dengan capaian keberhasilan sebesar 77,77%, menandakan target pembelajaran telah tercapai. Perbaikan dari refleksi siklus I, yang dilakukan bersama antara peneliti dan guru, membuat proses pembelajaran di siklus II berjalan lebih efektif. Dengan demikian penerapan model Game Based Learning berbantuan media Board Game dipercaya mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.