Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Zakat Fitrah dan Zakat Mal yang bertujuan untuk Meningkatkan Pemahaman serta Mengajak Masyarakat untuk Tertib dalam Mengeluarkan Zakatnya: Penelitian Andrian Firdaus Yusuf AL Qordhowi; Siti Mafridatul Mahbubah; Savira Nur Azzahro
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1111

Abstract

Menganalisis tingkat pemahaman masyarakat mengenai zakat mal dan zakat fitrah,baik dari segi definisi, hukum, syarat, dan cara pelaksanaannya,Masyarakat Muslim, khususnya yang berada di wilayah tertentu (misalnya: perkotaan/pedesaan) yang menjadi objek kajian.Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, dan penyebaran materi edukatif dalam bentuk cetak maupun digital. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah di masjid, sekolah, dan komunitas lokal dengan menghadirkan narasumber dari kalangan ulama dan praktisi zakat. Diskusi kelompok digunakan untuk menggali pemahaman dan tanggapan masyarakat secara langsung, serta memberikan ruang tanya jawabSalah satu kemungkinan utama adanya ketimpangan tersebut adalah realitas bahwa masih banyak muzaki di Indonesia yang membayarkan zakatnya tanpa melalui lembaga zakat, namun langsung kepada mustahiq sehingga hal tersebut menyebabkan pembayaran data dari muzaki tidak terdata oleh pengelola zakatEdukasi tentang zakat fitrah dan zakat mal memegang peranan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban zakat sebagai bagian dari rukun Islam. Melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan, seperti sosialisasi, ceramah, media digital, serta kerja sama dengan lembaga keagamaan, masyarakat mulai memahami perbedaan, syarat, dan tata cara pelaksanaan kedua jenis zakat tersebut. Pemahaman yang baik ini berdampak positif terhadap peningkatan kepatuhan dalam membayar zakat secara tertib dan tepat waktu. Selain itu, edukasi juga membangun kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat, sehingga mendorong masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui institusi resmi yang lebih profesional dan transparan. Dengan demikian, potensi zakat yang besar di Indonesia dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan umat melalui pengelolaan dan pendayagunaan zakat yang lebih efektif.
Iklim Religius Madrasah dan Pembentukan Karakter Siswa MI (Madrasah Religious Climate and Character Formation of MI Students) Didit Darmawan; Siti Mafridatul Mahbubah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concept of madrasah religious climate as part of the school environment and its role in shaping the character of Madrasah Ibtidaiyah students. Employing a qualitative literature review method with content analysis, this research synthesizes academic literature to develop a conceptual understanding of how religious climate influences character formation in elementary-aged children. The findings reveal that madrasah religious climate encompasses physical dimensions, ritual practices, social interactions based on Islamic values, teacher role modeling, policies supporting religious values, shared values, and external support from parents and community. Character formation through religious climate occurs through habituation mechanisms that shape positive behavioral routines, role modeling that provides concrete examples, reinforcement that maintains good behavior, internalization that transforms habits into beliefs, and identification that makes values part of students' self-identity. These mechanisms work simultaneously in shaping various character values including honesty, discipline, responsibility, social care, cooperation, love of knowledge, and respect for differences. The effectiveness of character formation depends on the consistency, authenticity, and sustainability of the religious climate, with teachers as frontline agents and principals as primary responsible parties. The study implies that character education cannot rely solely on religious subjects but requires the creation of a holistic and consistent religious climate across all dimensions of madrasah life.