Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN SIMULASI PHET TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA I Gede Juni Artawan; Prof. Dr. Rai Sujanem, M.Si.; I Gede Arjana, S.Pd., M.Sc., RWTH
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v15i1.93310

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika SMA antara kelas yang dibelajarkan dengan model Learning Cycle 7E berbantuan simulasi PhET (LC7ESP), Learning Cycle 7E Konvensional (LC7EK), dan Direct Instruction (DI). Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one way pretest-posttest nonequivalent control group. Sampel penelitian terdiri atas 136 siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 4 Singaraja yang terbagi dalam tiga kelas. Hasil uji ANAKOVA diperoleh sebagai berikut. Pertama, keterampilan berpikir kritis siswa sebelum perlakuan memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap keterampilan berpikir kritis siswa setelah perlakuan. Hal ini itunjukkan dengan nilai Fhitung sebesar 41,147 dan tingkat signifikansi p = 0,000 < 0,05. Kedua, terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelompok yang belajar dengan model LC7ESP, LC7EK, dan DI. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis menggunakan ANAKOVA yang menunjukkan nilai Fhitung = 138,670 dengan p = 0,000 < 0,05. Kelompok LC7ESP lebih unggul daripada kelompok LC7EK, dan kelompok LC7EK lebih unggul daripada kelompok DI. Rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa kelompok LC7ESP berada pada kategori sangat tinggi (M = 85,62; SD = 7,04), kelompok LC7EK pada kategori tinggi (M = 74,34; SD = 9,62), dan kelompok DI pada kategori cukup (M = 58,64; SD = 8,64).