Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Problem Based LearningĀ terhadap Hasil Belajar Siswa SMK Negeri 2 Surabaya pada Materi Momen Inersia: Applying Problem-Based Learning to Improve Student Learning Outcomes on Moment of Inertia at SMK Negeri 2 Surabaya Nursuryaningsih; Salsabilla Rizky Amalia; Septian Bunaya; Tirza Milly Milansari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMK Negeri 2 Surabaya pada materi momen inersia melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep momen inersia yang bersifat abstrak dan penggunaan model pembelajaran konvensional yang masih bersifat teacher-centered. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan subjek penelitian 30 siswa kelas X DPIB. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (pretest dan post-test) serta lembar observasi aktivitas siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata nilai post-test dari 68 pada siklus I menjadi 78 pada siklus II, dan mencapai 85 pada siklus III. Persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga meningkat dari 65% pada siklus I menjadi 95% pada siklus III. Selain itu, terjadi peningkatan keaktifan dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di setiap siklus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi momen inersia, mengubah paradigma pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered, dan berhasil mengatasi kesulitan pemahaman konsep abstrak melalui pendekatan kontekstual. Model PBL terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam pendidikan kejuruan bidang teknik bangunan.