Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SINERGITAS KEARIFAN LOKAL DAN GENDER: PERAN STRATEGIS PEREMPUAN ADAT KALIMANTAN DALAM UPAYA IKLIM BERKELANJUTAN Savira, Wahyuning Mei; Honosutomo, Allyana
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v3i3.177

Abstract

Perubahan iklim merupakan persoalan global yang saat ini tengah menjadi fokus utama setiap negara, tak terkecuali di Indonesia. Dampak perubahan iklim di Indonesia turut diperparah dengan adanya deforestasi dan praktik ekonomi ekstraktif yang masih masif terjadi di Kalimantan. Padahal, perubahan iklim sendiri bukanlah fenomena yang bersifat netral gender. Perempuan cenderung mengalami opresi berlapis, utamanya bagi perempuan adat yang memiliki kedekatan intens dengan alam sehingga perubahan iklim dapat berpotensi meningkatkan kondisi ketidaksetaraan gender. Namun, perempuan adat bukan hanya menjadi korban pasif, tetapi juga mampu berperan sebagai agen aktif dalam upaya iklim berkelanjutan. Penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi peran strategis perempuan adat Kalimantan dalam upaya iklim berkelanjutan yang luput disorot oleh studi terdahulu. Sebagai pisau analisis, penelitian ini mengaplikasikan teori ekofeminisme interseksional. Metode pengumpulan data yang digunakan bersifat kualitatif melalui studi literatur dan dianalisis lebih lanjut dengan teknik analisis interpretatif. Penelitian ini menemukan bahwa peran strategis perempuan adat Kalimantan terletak dalam kemampuan mereka untuk mempreservasi kearifan lokal yang menjadi kunci upaya iklim berkelanjutan. Sebagai hasil pengamatan langsung dan interaksi intens perempuan adat Kalimantan dengan alam, mereka juga mempunyai pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik yang dapat diadaptasi sebagai upaya iklim berkelanjutan. Namun, peran strategis perempuan adat Kalimantan belum sepenuhnya direkoginisi dan difasilitasi secara baik. Aktualisasi peran strategis perempuan adat kerap dihalangi oleh problema struktural dan kultural sehingga membutuhkan langkah konkrit dari pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Terakhir, penelitian ini menekankan bahwa upaya iklim berkelanjutan (SDG ke-13) dapat diterapkan secara maksimal apabila kesetaraan gender telah dinikmati oleh semua kelompok, termasuk perempuan adat (SDG ke-5).