OKTASARI, DWI
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN IMPLEMENTASI SENAM KAKI, AKUPRESUR DAN MASSAGE EFFLEURAGE PADA RISIKO DISFUNGSI NEUROVASKULER PERIFER PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG MELATI RSUD KABUPATEN REJANG LEBONG OKTASARI, DWI; KHOIRINI, FATIMAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8472

Abstract

Pendahuluan: Komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler merupakan penyebab dari Diabetes melitus. Hiperglikemik mengakibatkan kelainan metabolik, penurunan sensasi perifer dan kerusakan saraf ke otot pada kaki dan pengontrolan pembuluh darah pada sistem sirkulasi perifer. Pencegahan terjadinya gangguan vaskularisasi perifer dan gangguan sensasi dalam pilar pengelolaan diabetes melitus merupakan bentuk tindakan non farmakologis. Implementasi senam kaki, akupresur dan massage effleurage dapat menjadi solusi pada risiko disfungsi neurovaskuler perifer Metode : Studi kasus yaitu pasien diabetes mellitus yang menjalani perawatan rawat inap di Ruang Melati RSUD Kabupaten Rejang Lebong. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien. Intervensi yang diberikan berupa senam kaki, akupresur dan massage effleurage dilakukan selama 3 kali pertemuan. Setiap tindakan dilakukan selama 30 menit. Dilakukan pengukuran ABI dengan format tekanan tertinggi di pergelangan kaki dibagi dengan tekanan tertinggi dilengan kiri dan kanan. Hasil : hasil intervensi menunjukkan adanya perubahan sirkulasi perifer pada kedua pasien, ditandai keadekuatan aliran darah pembuluh darah distal untuk menunjang fungsi jaringan membaik dengan ditunjukkan tanda-tanda dengan akral teraba hangat, CRT< 3 detik, turgor kulit baik, tidak ada pucat disekitar kulit area kaki, nyeri ektremitas menurun, nadi dorsalis pedis meningkat, nilai ABI meningkat. Pada Ny. M didapat nilai ABI sebelum diberikan intervensi 0.8 dan setelah diberikan tindakan senam kaki, akupresur dan massage effleurage didapat nilai ABI 0,92. Sedangkan pada Tn. A sebelum diberikan intervensi 0.87 dan setelah diberikan tindakan senam kaki, akupresur dan massage effleurage didapat nilai ABI 1,1 Kesimpulan: Senam kaki, akupresur dan massage effleurage dapat dilakukan pada pasien dengan diagnosa risiko disfungsi neurovaskuler perifer pada diabetes melitus.