Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BELANJA PEMERINTAH DAN PERANGKAP KEMISKINAN: ANALISIS WILAYAH TIMUR DAN BARAT INDONESIA Novie Rarung; Ivonne S. Saerang; Hizkia H.D. Tasik
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 8th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan telah menjadi masalah serius diseluruh negara dan merupakan fokus pencapaian tujuan pertama pembangunan berkelanjutan yang harus dicapai pada tahun 2030. Indonesia berambisi mancapai kemiskinan nol persen di 2045, dengan tantangan penurunan penduduk miskin yang relatif landai dan disparitas kemiskinan antarkawasan. Studi ini mencoba menguji pengaruh belanja pemerintah di bidang pelindungan sosial, pendidikan dan kesehatan, serta kebijakan dana desa terhadap kemiskinan antarkawasan di Indonesia menggunakan data realisasi belanja dan dana desa di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia periode tahun 2016-2022 yang dianalisis dengan menggunakan metode data panel. Temuan menunjukan di KBI, dana desa konsisten mengurangi semua indikator kemiskinan (jumlah, kedalaman/P1, keparahan/P2), belanja kesehatan efektif mengurangi P1 dan P2, tetapi tidak jumlah kemiskinan, sementara itu belanja pendidikan dan perlindungan sosial justru memperburuk kemiskinan. Di KTI, belanja perlindungan sosial meningkatkan semua indikator kemiskinan, dana desa mengurangi jumlah kemiskinan, tetapi memperburuk P1 dan P2, sementara itu belanja pendidikan dan kesehatan, konsisten mengurangi semua dimensi kemiskinan. Temuan ini menunjukkan KBI lebih unggul dalam pemanfaatan dana desa, tetapi perlu reformasi belanja pendidikan dan perlindungan sosial. Sebaliknya KTI lebih baik dalam belanja pendidikan dan kesehatan, tetapi perlu evaluasi mendasar terhadap alokasi dana desa dan program perlindungan sosial.
Pengaruh Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Kinerja Pasar Saham dan Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan Go public Periode 2020 – 2024: Penelitian Jessica Soe; Ivonne S. Saerang; Hizkia H.D. Tasik
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap kinerja pasar saham yang diproksikan dengan volume perdagangan, serta kinerja keuangan yang diproksikan dengan return on assets (ROA), pada 29 perusahaan perbankan go public. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sedangkan analisis data menggunakan uji asumsi klasik, regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan nilai tukar rupiah secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pasar saham (Sig. 0,002 < 0,05) maupun terhadap kinerja keuangan  (Sig. 0,006 < 0,05). Uji t membuktikan bahwa inflasi dan nilai tukar rupiah berpengaruh negatif terhadap kinerja pasar saham, sementara pada kinerja keuangan inflasi tidak berpengaruh (Sig. 0,2253 > 0,05) dan nilai tukar rupiah berpengaruh positif (Sig. 0,0015 < 0,05). Nilai R² untuk model kinerja pasar saham sebesar 0,0204 dengan adjusted R² sebesar 0,0170, sedangkan untuk model kinerja keuangan nilai R² sebesar 0,01704 dengan adjusted R² sebesar 0,0140. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh inflasi dan nilai tukar rupiah relatif kecil, sementara sebagian besar variasi kinerja pasar saham dan kinerja keuangan dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.