Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CLASS 1 COMMUNITY INSTITUTIONS BANDAR LAMPUNG ARE USING THE DEVELOPMENT OF INDEPENDENCE TO GROW ENTREPRENEURIAL SKILLS Saragih, Alexandro Junior; Muhammad, Ali
Multifinance Vol. 1 No. 3 (2024): Multifinance
Publisher : PT. Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/mfc.v1i3.85

Abstract

This research aims to analyze the implementation coaching independence for prisoners to grow their ability to entrepreneurship in correctional Class 1 Bandar Lampung. The research methods used are qualitative and were implemented for one month in July and September. During the study results obtained, implementation coaching independence in Correctional Institutions Class I Bandar Lampung for establishing ability entrepreneurship is still not adequate. This is influenced by factors inhibitory, namely: limitations in budget, lack of means and feelings, lack of expertise in his field, as well as a feeling of laziness that influences the inhabitant. Therefore, it's expected that Prison Class I Bandar Lampung increases the program for more independence, which is effective for citizens and builds more spirit in the follow-activity entrepreneurship carried out by prisons in Class I Bandar Lampung.
Upaya Peningkatan Kualitas Program Pembinaan Kemandirian Kegiatan Budidaya Lele Dalam Menciptakan Peluang Berwirausaha Narapidana Di Lapas Pemuda Kelas III Langkat Saragih, Alexandro Junior
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5109

Abstract

Penyimpangan sosial yang sering terjadi di masyarakat dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Berdasarkan data terakhir jumlah penghuni Lapas Pemuda Kelas III Langkat pada 18 April 2024 sebanyak 810 orang Narapidana. Upaya untuk meningkatkan keterampilan Narapidana sebagai program pembinaan dalam visi memulihkan hubungan Narapidana dengan penghidupannya dilakukan melalui kegiatan budidaya ikan Lele di Lapas Pemuda Kelas III Langkat. Program pembinaan kemandirian dengan budidaya ikan Lele diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi Narapidana untuk berwirausaha lewat budidaya ikan Lele guna memulihkan kembali hubungan Narapidana dengan penghidupannya setelah kembali ke masyarakat dan sebagai upaya menurunkan tingkat risiko pengulangan tindak pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan dilaksanakan selama satu bulan pada bulan Maret - Oktober. Selama melakukan penelitian hasil yang didapatkan adalah terdapat faktor-faktor penghambat dalam meningkatkan kualitas kegiatan budidaya ikan Lele diantaranya keterbatasan anggaran dan sarana-prasarana, minimnya pengetahuan Narapidana untuk dalam budidaya ikan Lele, hingga permasalahan pemasaran produk hasil budidaya ikan Lele. Oleh karena itu, diharapkan Lapas Pemuda Kelas III Langkat dapat menjadikan kegiatan budidaya ikan Lele menjadi program pembinaan kemandirian prioritas karena memiliki prospek penghasilan yang sangat menjanjikan kedepan.