Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Spasial Temporal Pengolahan Air Limbah Domestik di Kawasan Perkotaan Kabupaten Purwakarta (2021-2025) Aris, Noval; Ramadhani, Anisa Nabila Rizki; Suhali, Asep
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogr
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i1.10363

Abstract

Pembangunan sistem sanitasi yang merata dan berkelanjutan merupakan komponen penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya dalam hal penyediaan layanan air bersih dan sanitasi layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial-temporal pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Kabupaten Purwakarta selama periode 2021 hingga 2025. Metode yang digunakan adalah analisis peta tematik dan analisis hot spot (Getis-Ord Gi*) untuk mengidentifikasi wilayah dengan konsentrasi intervensi pembangunan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan SPALD-S dilakukan secara bertahap dengan prioritas awal pada wilayah perkotaan dan pusat kegiatan penduduk. Seiring waktu, pembangunan meluas ke wilayah perdesaan dengan karakteristik topografi yang lebih kompleks. Pemetaan hot spot menunjukkan bahwa pada awal periode, kecamatan seperti Purwakarta dan Bungursari merupakan area prioritas, sedangkan kecamatan seperti Sukasari dan Kiarapedes cenderung menjadi cold spot hingga tahun 2025. Temuan ini menegaskan adanya dinamika spasial dalam distribusi pembangunan yang mencerminkan kebutuhan lokal dan kesiapan wilayah. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan data spasial secara lebih intensif dalam perencanaan sanitasi serta peningkatan kolaborasi antar sektor, termasuk pemberdayaan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan sistem SPALD-S. Pendekatan spasial-temporal terbukti efektif dalam mengevaluasi dan merancang pembangunan infrastruktur sanitasi yang inklusif dan berkeadilan.