Adel, Adelia Ni'ma Zakiyatul Azizah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesenian Reyog Ponorogo Sebagai Pendukung Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Ponorogo Adel, Adelia Ni'ma Zakiyatul Azizah
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 13 No 01 (2025): History and Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v13i01.56742

Abstract

The philosophy of Reyog Ponorogo is a point of interest in efforts to develop a community based on local wisdom. This study aims to determine the conditions, challenges, and analyze the strategies of Reyog Ponorogo in developing tourism in Ponorogo district. This study describes the development of Reyog Ponorogo art, the problems faced, and the need to strengthen local wisdom using a combination of qualitative research methods and functionalist theory. The data collection techniques used were observation and in-depth interviews. The analysis techniques for the results were data reduction, data presentation and concluding. The research findings show that although Reyog Ponorogo has become a national hero, there are still challenges such as individual pride and poor organizational performance. Important collaboration between the government, community, and academics is also mentioned to support the growth of Reyog Ponorogo strongly and consistently. In addition to increasing the promotion and maintenance of local wisdom in Reyog Ponorogo, this art is also intended to support the growth of tourism in the region as a whole.   Filosofi Reyog Ponorogo menjadi point of interest dalam upaya pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi, tantangan, dan menganalisis strategi Reyog Ponorogo dalam mengembangkan pariwisata di kabupaten Ponorogo. Kajian ini menggambarkan perkembangan seni Reyog Ponorogo, permasalahan yang dihadapi, dan perlunya penguatan kearifan lokal dengan menggunakan kombinasi metode penelitian kualitatif dan teori fungsionalis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis hasilnya yakni reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Reyog Ponorogo telah menjadi pahlawan nasional, namun masih terdapat tantangan seperti kebanggaan individu dan kinerja organisasi yang buruk. Kolaborasi penting antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi juga disebutkan guna mendukung pertumbuhan Reyog Ponorogo secara kuat dan konsisten. Selain untuk meningkatkan promosi dan pemeliharaan kearifan lokal di Reyog Ponorogo, kesenian ini juga dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di wilayah tersebut secara menyeluruh.