Jeradu, Vinsensius
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI EKONOMI KREATIF “PEMBUATAN TEMPE BERBAHAN BAKU KACANG-KACANGAN LOKAL” DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA WATU LANUR Fatima, Imaculata; Jeradu, Vinsensius
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5570

Abstract

ABSTRACT The community of Watu Lanur village, like many rural communities in Indonesia, faces various challenges, particularly a lack of knowledge and skills in utilizing local resources such as legumes to increase their economic value. This condition requires cognitive stimulation and behavioral change, as well as support from external parties to help them create added value from agricultural products To achieve this goal, students from the Manggarai Student Association (IMAPELMA) of Ende Regency, through the Student Service Camp (KKBM) program, came to provide knowledge and skills training through a socialization activity on making tempeh from non-soybean legumes. Another aim of this student-led initiative was to improve community welfare so that their financial needs could be met more effectively, while also instilling a spirit of creativity and innovation toward self-reliance. The method used in the socialization began with a dialogue with the villagers and a pre-test before the training. After that, the students conducted a training session on how to make tempeh using legumes cultivated by the villagers themselves. At the end of the activity, a post-test was given to assess the villagers’ understanding and commitment to utilizing local resources, as well as to measure the growth of their creativity and innovation in line with their increasing knowledge and skills. Although it was their first time learning to make tempeh from non-soybean legumes, the villagers successfully produced it and showed a notable improvement in understanding compared to before the training. ABSTRAK Masyarakat desa Watu Lanur, seperti halnya masyarakat pedesaan di Indonesia pada umumnya, menghadapi berbagai persoalan, terutama kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola potensi lokal seperti kacang-kacangan agar memiliki nilai ekonomis. Kondisi ini membutuhkan stimulasi kognitif dan perubahan perilaku, serta dukungan dari pihak luar untuk membantu mereka menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian. Untuk memenuhi tujuan itu, mahasiswa Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Manggarai (IMAPELMA) Kabupaten Ende dalam kegiatan Kemah Kerja Bhakti Mahasiswa (KKBM) hadir untuk memberikan bantuan pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan sosialisasi pembuatan Tempe berbahan baku kacang nonkedelai. Adapun tujuan lain dari kegiatan mahasiswa dalam sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan secara finansial kebutuhannya dapat terpenuhi  dengan baik. Juga menanamkan jiwa kreatif, dan inovatif menuju kemandirian. Metode yang dilakukan dalam sosialisasi ini, diawali dialog kepada masyarakat desa dan melakukan test diawal sebelum sosialsiasi. Setelah itu, memberikan pelatihan pembuatan tempe dari kacang-kacangan yang dihasilkan sendiri oleh warga desa. Pada akhir kegiatan sosialisasi, warga desa diberikan test untuk mengetahui sejauhmana mereka paham dan komit untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada di lingkungannya dan kreativitas, serta inovasinya berkembang seiring dengan maju dan berkembangnya pengetahuan dan keterampilan yang mampu mereka tampilkan. Meskipun baru pertama kali mereka belajar membuat tempe dari kacang-kacangan selain kedele, namun mereka berhasil membuatnya secara sempurna, dan pemahamannya juga ada perubahan yang lebih baik dari sebelum dilakukan sosialisasi.
MODEL PEMBERDAYAAN PARTISIPATIF BERBASIS KEMAH KERJA BAKTI MAHASISWA DALAM PENGUATAN KAPASITAS SOSIAL, KEPEMIMPINAN PELAJAR, DAN KESADARAN LINGKUNGAN Fatima, Imaculata; Jeradu, Vinsensius
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38507

Abstract

Abstrak: Desa-desa di wilayah Manggarai Timur menghadapi tantangan rendahnya kesadaran pengelolaan lingkungan, terbatasnya pembinaan kepemimpinan pelajar, dan lemahnya kolaborasi pembangunan partisipatif serta Lunturnya budaya gotong royong. Pengabdian ini bertujuan mengembangkan model pemberdayaan partisipatif melalui Kemah Kerja Bakti Mahasiswa. Metode yang digunakan meliputi bakti sosial berbasis lingkungan, Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD), seminar kolaboratif lintas sektor, pelayanan sosial-keagamaan, dan penguatan budaya melalui malam kesenian. Mitra kegiatan melibatkan 75 warga dan 60 siswa SMP dan 40 Anggota Imapelma Ende (Mahasiswa). Evaluasi dilakukan menggunakan observasi partisipatif dan angket pre post. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan sebesar 38%, peningkatan kapasitas kepemimpinan pelajar sebesar 42%, serta peningkatan partisipasi warga dalam forum diskusi pembangunan sebesar 55%. Model ini efektif dalam membangun sinergi mahasiswa, masyarakat, pemerintah sebagai pendekatan pemberdayaan berkelanjutan.Abstract: Villages in the Manggarai Timur region face challenges such as low awareness of environmental management, limited leadership development among students, weak participatory development collaboration, and the gradual erosion of the culture of mutual cooperation. This community service initiative aims to develop a participatory empowerment model through the Student Community Service Camp (Kemah Kerja Bakti Mahasiswa). The methods employed include environment-based social service activities, Basic Leadership Training (LKTD), cross-sector collaborative seminars, socio-religious services, and cultural strengthening through an arts and cultural night. The program partners involved 75 community members, 60 junior high school students, and 40 members of IMAPELMA Ende (students). Evaluation was conducted using participatory observation and pre–post questionnaires. The results indicate a 38% increase in environmental awareness, a 42% improvement in students’ leadership capacity, and a 55% increase in community participation in development discussion forums. This model is effective in building synergy among students, the community, and the government as a sustainable empowerment approach.