Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalization of the Values of Morality QS. Al-Luqmān Verses 18-19 in Adolescent Character Education in the Digitalization Era: An Approach to Tafsir Ma'nā Cūm Maghzā Bahroin, Moh Haikal Balya Hafidzal Bahroin; Jannah, Sugiarti Khoirul; Imdadulloh, Moh Nabil
JURNAL AT-TURAS Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v12i2.10938

Abstract

Technological developments are increasingly dominating in daily life. Today's generation is different from previous generations. They tend to spend their time with digital technology. Because technology has become part of daily life, it certainly raises concerns about the negative impact on the nation's young generation, especially on cognitive, moral, motor, and social development. This article aims to discuss the concept of moral educational values, in QS. Luqman 18–19 and relevant it to the moral challenges of the younger generation in the digital age using the ma'nā cūm maghzā approach. This research uses the concept of library research through the hermeneutic approach of ma'nā cūm maghzā which will be applied to Al-luqmān Verses 18-19. This approach will perform semantic analysis, look at the context of the derivative of the verse and contextualize it with digital phenomena. As a result of this study, the author obtained four main messages from the analysis, namely the prohibition of arrogance, the prohibition of being arrogant, the command to speak slowly and softly, and the command to respect the elderly. These moral education values can be a preventive effort, providing education to parents, teachers, or other communities to prevent the current young generation (alpha generation) from falling into moral degradation due to the impact of technology.
Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak (Hadanah) sebagai Bentuk Perlindungan dalam Menyikapi Kejahatan Seksual: Interpretasi Ma'na Cum Maghza terhadap Q.S. Al-Tahrim: 6 Jannah, Sugiarti Khoirul; Bahroin, Moh. Haikal Balya Hafidzal
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i1.4144

Abstract

Pergaulan bebas terhadap anak semakin marak terjadi di era sekarang. Akibatnya menimbulkan kejahatan seksual pada anak. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kontrol dari orang tua terkait keseharian anak, pergaulan teman, lingkungan dan penggunaan platform digital. Orang tua memiliki kewajiban untuk melindungi anaknya dari berbagai ancaman, termasuk kejahatan sosial. Bentuk perlindungan tersebut adalah menjaga anak-anak mereka terhindar dari fitnah dunia dan akhirat. Untuk itu, kekhawatiran semakin banyaknya kejahatan seksual terhadap anak artikel ini akan membahas tentang kewajiban orang tua sebagai bentuk upaya perlindungan bagi anak dari kejahatan seksual dalam QS. al-Ta?r?m ayat 6. Ayat al-Qur’an ini akan direlevansikan dengan konteks kejahtan seksual di era sekarang dengan menggunakan pendekatan ma’n? c?m maghz?. Penelitian ini menggunakan konsep library research melalui pendekatan hermeneutika ma'n? c?m maghz? yang akan diaplikasikan terhadap QS. al-Ta?r?m ayat 6. Pendekatan ini akan melakukan analisis semantik, melihat konteks histori turunya ayat dan mengkontekstualisasikan dengan fenomena digital. Temuan ini memperkaya wacana tafsir tematik dengan perspektif pendidikan moral kontemporer berbasis Qur’ani. Hasil dari penelitian ini, penulis mendapatkan dua pesan utama dari analisis tersebut, yaitu perintah untuk melindungi atau menjaga keluarga dan perintah untuk memberikan pendidikan adab atau keagamaan. Melalui analisis, terdapat landasan Al-Qur’an yang lain diantaranya surah al-Baqarah ayat 233, Q.S ??h?: 132, QS. al-Luqm?n ayat 13, QS. H?d ayat 42, dan Surah Al-Baqarah: 132-133 serta ditemukan dalam hadis nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wa Sall?m yang penulis cantumkan. Hak-hak kewajiban orang tua ini dapat menjadi upaya preventif, memberikan edukasi kepada para orang tua, guru, atau masyarakat lain untuk menghidarkan generasi muda sekarang terjerumus dalam pergaulan bebas.