Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pendidikan jarak jauh (PJJ) dan pembelajaran daring dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dan madrasah. Latar belakangnya adalah perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan akan fleksibilitas terhadap pembelajaran, terutama pasca pandemi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana sistem Pendidikan Jarak Jauh dan pembelajaran online dapat mendukung proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara efektif dan efisien sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang datanya diperoleh dari berbagai literatur ilmiah seperti artikel, jurnal, buku dan kebijakan pendidikan. Analisis difokuskan pada prinsip-prinsip dasar Pendidikan Jarak Jauh, penggunaan media digital seperti Zoom, Google Meet, Google Classroom, dan WhatsApp, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring memberikan kemudahan akses pada materi dan fleksibilitas terhadap waktu bagi peserta didik. Berbagai platform seperti google meet, zoom, whatsapp telah dimanfaatkan secara luas. Namun, hambatan seperti keterbatasan jaringan internet, kurangnya kemampuan guru dalam teknologi, dan rendahnya interaksi afektif menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, pendekatan blended learning direkomendasikan sebagai solusi yang tepat dan strategis, karena mampu menggabungkan antara pembelajaran daring dan tatap muka dalam membentuk nilai-nilai keislaman secara komprehensif.