The agricultural sector consists of several parts, including the food crops, plantations, livestock and fisheries subsectors. The results from this plantation subsector become the main raw material for the processing industry. Planting sugar cane in Gedeg sub-district farming uses moorland which is considered to be able to provide a solution in using moorland so that it can help the farmer's economy and the activities of the National Sugar Self-Sufficiency program. This research was carried out in Gedeg sub-district, Mojokerto regency in East Java. Gedeg District was chosen as the research location because it is one of the sugar cane production areas in East Java so that increasing the efficiency of production allocation can also increase regional income in East Java. The sampling method in research conducted in Gedeg sub-district, Mojokerto district was by using simple random sampling. Simple random sampling. The data source in this research uses descriptive and quantitative methods. This research analyzes the factors that influence sugar cane farming production in Gedeg District, Mojokerto Regency using the Cobb-Douglas method. The results of the analysis show that sugar cane seeds (elasticity = 0.397), Phonska fertilizer (elasticity = 0.251), and organic fertilizer (elasticity = 0.194) have a positive and significant effect on sugar cane farming production in Gedeg District, Mojokerto Regency, while land area, ZA fertilizer, and labor does not have a significant influenc. Keywords: Analysis, factors of production, sugar cane, Cobb-Douglass. Sektor pertanian terdiri dari beberapa bagian, termasuk subsektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Hasil dari subsektor perkebunan ini menjadi bahan baku utama bagi industri pengolahan. Penanaman tebu di usahatani kecamatan gedeg adalah menggunakan lahan tegalan yang dianggap mampu memberikan solusi dalam mempergunakan lahan tegalan sehingga dapat membantu dalam perekonomian petani dan kegiatan program Swasembada Gula Nasional. penelitian ini dilaksanakan di kecamatan gedeg kabupaten mojokerto yang berada di Jawa timur. Kecamatan Gedeg dipilih sebagai tempat penelitian karena merupakan salah satu wilayah produksi tebu di jawa timur sehingga peningkatan efisiensi alokasi produksi dapat pula meningkatkan pendapatan daerah jawa timur. Metode pengambilan sampel pada penelitian yang dilakukan di kecamatan gedeg kabupaten mojokerto adalah dengan menggunakan simple random sampling. Simple random sampling. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dan Kuantitatif. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani tebu di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto menggunakan metode Cobb-Douglas. Hasil analisis menunjukkan bahwa bibit tebu (elastisitas = 0,397), pupuk Phonska (elastisitas = 0,251), dan pupuk organik (elastisitas = 0,194) berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi usahatani tebu di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, sedangkan luas lahan, pupuk ZA, dan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh signifikan. Kata kunci: Analisis, faktor produksi, tebu, cobb-douglass.