This study aims to investigate the association to furniture color and emotion for deaf users in libraries, who often experience limited accessibility. However, few studies have focused on the relationship between color-emotion associations to furniture and the experience of deaf users. The purpose of this research is to find out how colours is associated with furniture, which benefit the emotions and comfort to the deaf library user. This study uses qualitative research methods with in-depth interview techniques and participatory observation at the UIN Sunankalijaga Library in Yogyakarta. The findings of this study entailed how the uniqueness of colour was attached and functional with furniture. Major impact on emotions, where its produce a favourable experience for deaf guests. While in the library, the application of certain hues colour and design aspects provide a sense of comfort, relaxation, and concertration. The cool colours, such as green, which paired with neutral colours in furniture products or vice versa are shown to increase mood. Indeed, this study adds to our understanding of the psychological and social elements of deaf users' furnishings. Practical ideas for library managers and designers on how to create an inclusive library environment and fulfil the needs of deaf visitors through furnishing products that was generated.Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keterikatan warna mebeler dan emosi bagi pemustaka tuli di perpustakaan, yang sering mengalami keterbatasan aksesibilitas dalam memperoleh informasi. Namun, sedikit penelitian yang fokus terhadap hubungan antara keterikatan warna dan emosi pada mebeler dengan pengalaman pemustaka tuli. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana keterikatan warna dan desain mebeler dapat mempengaruhi emosi dan kenyamanan pemustaka tuli selama berada di perpustakaan. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif di Perpustakaan UIN Sunankalijaga Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterikatan warna mebeler memiliki pengaruh signifikan terhadap emosi dan dapat menciptakan pengalaman positif bagi pemustaka tuli. Beberapa warna dan elemen desain memberikan rasa nyaman, relaksasi, dan fokus saat di perpustakaan. Penggunaan warna dingin pada perpustakaan seperti hijau dipadukan dengan warna netral pada mebeler dan sebaliknya, diakui dapat meningkatkan suasana hati. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang aspek psikologis dan sosial mebeler bagi pemustaka tuli. Rekomendasi praktis dihasilkan untuk pengelola perpustakaan dan desainer dalam menciptakan lingkungan perpustakaan yang inklusif dan mendukung kebutuhan pemustaka tuli lewat mebeler.