Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kehidupan Sosial Setelah Perpindahan Kesultanan Deli Gaol, Anni L Lumban; Sihombing, Bonar; Rajagukguk, Cristy; Simanjuntak, Elsa Sophia; Rajagukguk, Katrin Suryani; Likitoyo, Pristi Suhendro
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6500

Abstract

Perpindahan pusat pemerintahan Kesultanan Deli dari Labuhan Deli ke Kota Medan pada masa Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah merupakan peristiwa strategis yang didorong oleh faktor geografis, ekonomi, dan politik, serta membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat setelah perpindahan kesultanan deli. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait sejarah dan dinamika sosial Kesultanan Deli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan ini mengubah masyarakat Deli dari yang semula tradisional, agraris, dan homogen menjadi masyarakat perkotaan yang heterogen, dinamis, dan terbuka terhadap perubahan, didukung oleh pembangunan infrastruktur, masuknya berbagai etnis, serta berkembangnya aktivitas ekonomi dan keagamaan; namun, perubahan ini juga menghadirkan tantangan dalam mempertahankan identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi dan kolonialisme, serta menandai pergeseran peran kesultanan pasca-Revolusi Sosial 1946. Kesimpulannya, perpindahan pusat pemerintahan ke Medan menjadi titik awal transformasi besar dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik masyarakat Deli menuju masyarakat modern yang kompleks.
Kehidupan Sosial Setelah Perpindahan Kesultanan Deli Gaol, Anni L Lumban; Sihombing, Bonar; Rajagukguk, Cristy; Simanjuntak, Elsa Sophia; Rajagukguk, Katrin Suryani; Likitoyo, Pristi Suhendro
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6500

Abstract

Perpindahan pusat pemerintahan Kesultanan Deli dari Labuhan Deli ke Kota Medan pada masa Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah merupakan peristiwa strategis yang didorong oleh faktor geografis, ekonomi, dan politik, serta membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat setelah perpindahan kesultanan deli. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait sejarah dan dinamika sosial Kesultanan Deli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan ini mengubah masyarakat Deli dari yang semula tradisional, agraris, dan homogen menjadi masyarakat perkotaan yang heterogen, dinamis, dan terbuka terhadap perubahan, didukung oleh pembangunan infrastruktur, masuknya berbagai etnis, serta berkembangnya aktivitas ekonomi dan keagamaan; namun, perubahan ini juga menghadirkan tantangan dalam mempertahankan identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi dan kolonialisme, serta menandai pergeseran peran kesultanan pasca-Revolusi Sosial 1946. Kesimpulannya, perpindahan pusat pemerintahan ke Medan menjadi titik awal transformasi besar dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik masyarakat Deli menuju masyarakat modern yang kompleks.
Pendudukan Pemerintahan Jepang di Indonesia: Dampak Sosial, Politik, dan Ekonomi pada Masa Perang Dunia II Luhur, Budi; Rajagukguk, Cristy; Simanungkalit, Jonatan Pardamean; Rajagukguk, Katrin Suryani
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7181

Abstract

Pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945) merupakan periode penting dalam sejarah bangsa Indonesia yang membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak sosial, politik, dan ekonomi dari pendudukan Jepang, serta bagaimana kebijakan-kebijakan yang diterapkan mempengaruhi masyarakat Indonesia pada masa itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendudukan Jepang membawa dampak yang kompleks. Di bidang sosial, kebijakan Romusha dan mobilisasi perempuan sebagai jugun ianfu menimbulkan penderitaan dan trauma mendalam bagi masyarakat Indonesia. Di bidang politik, pembentukan organisasi-organisasi seperti PETA dan BPUPKI memberikan pengalaman berharga, meskipun ruang gerak politik dibatasi. Di bidang ekonomi, eksploitasi sumber daya alam dan manusia untuk kepentingan perang Jepang menyebabkan krisis pangan dan kemiskinan di berbagai wilayah. Meskipun demikian, pendudukan Jepang memunculkan kesadaran nasional yang mempercepat proses kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dampak pendudukan Jepang serta bagaimana periode tersebut membentuk dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang berpengaruh pada perjalanan sejarah bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.