Mentari Fathiyah Ramadhani Fauzie
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Fantasi Sedarah Di Media Sosial Perspektif Hadis Tematik Fatikhatul Alimah; Mentari Fathiyah Ramadhani Fauzie
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena fantasi sedarah incest fantasy yang muncul dan berkembang di media sosial merupakan bentuk penyimpangan moral yang semakin mendapatkan perhatian publik, khususnya di kalangan generasi muda. Meskipun bersifat imajinatif dan belum tentu diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, fantasi semacam ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kerusakan nilai dan etika dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut dari perspektif hadis tematik (al-ḥadīṡ al-mawḍū‘ī), yaitu dengan menghimpun dan menganalisis hadis-hadis Rasulullah yang berkaitan dengan larangan zina, penjagaan pandangan, kehormatan diri, dan pentingnya menjaga batasan dalam hubungan antaranggota keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai kitab hadis, tafsir hadis, dan literatur kontemporer terkait fenomena sosial dan perilaku seksual menyimpang di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kesucian keluarga dan melarang segala bentuk pikiran atau khayalan yang menjurus pada perzinaan, termasuk fantasi sedarah. Hadis-hadis Nabi tidak hanya mengatur aspek lahiriah dari perilaku manusia, tetapi juga memberi perhatian besar pada kebersihan jiwa, pikiran, dan niat. Kesimpulannya, fantasi sedarah, meskipun belum berbentuk tindakan, tetap bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan dapat menjadi pintu masuk terhadap kerusakan moral yang lebih besar. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi moral dan literasi digital berbasis nilai-nilai Islam untuk menanggulangi fenomena ini.