Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review : Peran Modifikasi Epigenetik Dalam Pengembangan Penyakit Diabetes Windiyani, Intan Poespita; Billy Only Patrick Jonson; Sally Khoirunisa; Galuh Ismayanti
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i5.5109

Abstract

This study aims to analyze the Role of Epigenetic Modification in the Development of Diabetes Disease, referring to 11 journals sourced from national and international publications. Using the literature review method. Based on the results obtained, Epigenetic Modification plays an important role in the sustainability of diabetes sufferers, where a person's lifestyle, diet and positive activities can help prevent the severity of diabetes from further damaging a person's body and help change gene expression and produce better blood sugar regulation, increase insulin sensitivity, and fight inflammation and oxidative stress that are often associated with diabetes, and help reduce the risk of this disease affecting offspring and the next generation.
Evaluasi Pengaruh Metformin Terhadap Kadar Testosteron Pada Pasien Pria Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2): Pre-Posttest Design Maiyeni Sabrina; Sally Khoirunisa
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v7i1.676

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) pada pria kerap disertai penurunan kadar testosteron. Metformin merupakan terapi lini pertama yang efektif mengendalikan glukosa darah, tetapi pengaruhnya terhadap hormon testosteron masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dosis metformin, usia, perubahan indeks massa tubuh (IMT), serta kadar gula darah sewaktu (GDS) terhadap perubahan kadar testosteron pada pasien pria dengan DMT2. Metode yang digunakan adalah desain pre–post dengan pendekatan kuantitatif analitik pada 79 pasien pria yang menjalani terapi metformin. Data yang dikumpulkan meliputi dosis obat, usia, IMT, GDS, dan kadar testosteron total sebelum serta sesudah terapi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson, Spearman, Mann-Whitney, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar testosteron antara kelompok dosis metformin <1500 mg/hari dan ≥1500 mg/hari (p=0,016). Perubahan GDS memiliki hubungan sangat kuat dengan perubahan testosteron (r=0,773; p<0,001), sedangkan perubahan IMT menunjukkan hubungan sedang (ρ=0,458; p<0,001). Analisis regresi mengidentifikasi perubahan GDS sebagai faktor paling dominan, diikuti oleh IMT, sementara usia dan dosis metformin tidak signifikan. Disimpulkan bahwa penurunan GDS berasosiasi dengan penurunan testosteron, yang kemungkinan berkaitan dengan pengaruh metformin terhadap proses steroidogenesis.