wanti, Marwanti
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROGRAM KEAHLIAN GANDA UNTUK MENGATASI KEKURANGAN GURU PRODUKTIF DI SMK wanti, Marwanti; Dewanto, Satrio Agung
Home Economics Journal Vol 2, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan  nasional  berfungsi  mengembangkan  kemampuan  dan  membentuk  watak  serta  peradaban bangsa  yang  bermartabat  dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan  bangsa,  bertujuan  untuk  berkembangnya potensi  peserta  didik  agar  menjadi  manusia  yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa, berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan  menjadi  warga  negara  yang  demokratis  serta bertanggung jawab. Guru harus bertanggung jawab atas pencapaian tujuan pendidikan.  Guru  yang jumlahnyakurang dapat dipastikan akan menghambat peningkatan mutu pendidikan yang sedang di galakkan.Kekurangan  guru  sekarang  ini  sangat  dirasakan  oleh  sekolah  SD,  SMP,  SMA,  SMK  baik  negeri maupun  swasta,  yang  disebabkan  banyaknya  guru  pensiun  dan  pemerintah  tidak  mengangkat  guru  baru. Pemerintah memprogramkan Diklat yang diperuntukan mengatasi kekurangan guru produktif di SMK, selesai diklat  guru  yang  lulus  akan  diberi  sertifikat  keahlian  ganda  yaitu  sertifikat  pendidik  dan  sertifikat  keahlian. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan penataan dan pemenuhan guru produktif di  SMK  untuk  mendukung  peningkatan  kualitas  pendidikan  vokasi.  Jalan  yang  ditempuh  antara  lain memaksimalkan  guru  yang  ada,  Direktorat  Jendral  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan  mengambil  langkah strategis, merancang, dan mengimplementasikan Program Keahlian Ganda (PKG).PKG dinilai solutif mengatasi kekurangan jumlah guru produktif.Indonesia akan mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan dari negara-negara lain, untuk itu upaya  –upaya mengejar ketertinggalan itu ditempuh antara lain mengganti kurikulum yang ada diganti kurikulum 2013, anggaran  pendidikan  ditetapkan  minimal  20%  dari  APBN  maupun  APBD  dialokasikan  untuk  pendidikan, membuka sekolah kejuruan yang dinilai sangat penting untuk menopang pembangunan nasional seperti SMK kelautan, SMK perikanan,SMK otomotif dan lain-lain selain itu juga mengadakan pelatihan-pelatihan, program PPG,  PLPG,  SM3T, program  keahlian  ganda  dan  lain  sebagainya.  Program  keahlian  ganda  diharapkan  dapat mengurangi kekurangan guru di SMK.