Kusumah, Rani Indriani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh dukungan sosial dan sikap terhadap kecemasan masyarakat di daerah rawan bencana Kusumah, Rani Indriani
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1647

Abstract

Latar Belakang: Bencana dapat memunculkan dampak psikologis seperti trauma, ketakutan, dan kecemasan. Kecemasan adalah sebuah keresahan yang berkelanjutan. Kecemasan dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu dukungan sosial dan sikap.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan sikap terhadap kecemasan masyarakat di daerah rawan bencana.Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pangumbahan Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi pada bulan Januari 2023 sampai dengan Januari 2024. Populasi adalah seluruh masyarakat yang ada di Desa Pangumbahan Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi dengan sampel sebanyak 300 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linear berganda.Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada variabel dukungan sosial dan sikap terhadap kecemasan Masyarakat (p=0,000, 0,022). Terdapat pengaruh simultan dukungan sosial dan sikap terhadap kecemasan masyarakat dengan nilai p-value <0,05.Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dukungan sosial dan sikap terhadap kecemasan masyarakat. Dan terdapat pengaruh simultan dukungan sosial dan sikap terhadap kecemasan masyarakat. Diharapkan pemerintah setempat bersama BNPB dapat mengadakan edukasi dan simulasi yang berfokus pada dukungan sosial dan sikap positif menghadapi bencana.
Hubungan dukungan keluarga dan mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien Gagal Ginjal Kronis Budhiana, Johan; Ma’sum, Muhammadden Alwatuni; Kusumah, Rani Indriani
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i2.1597

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) terus meningkat, lebih dari setengah miliar orang di seluruh dunia mengalami kondisi ini, dengan 1,5 juta orang memerlukan hemodialisis. Dukungan keluarga sangat penting bagi pasien GGK, sementara mekanisme koping membantu mereka mengatasi tantangan. Kualitas hidup mencerminkan bagaimana individu memandang situasi mereka dalam kaitannya dengan budaya, kepercayaan, dan tujuan hidup mereka. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis.Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis (p-value 0,000). Selain itu, uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien (p-value 0,002).Kesimpulan: Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif antara mekanisme koping dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup. Perlu pengembangan solusi untuk meningkatkan motivasi pasien baru dalam menjalani hemodialisis.
Hubungan self eficacy dengan kualitas hidup pasien TB paru Syahputra, Febryan Rifky; Yulianti, Yeni; Kusumah, Rani Indriani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2884

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains one of the leading causes of death worldwide. This disease affects not only the physical condition of patients but also their psychological and social aspects. The quality of life among pulmonary TB patients is influenced by various factors, including self-efficacy, or an individual’s belief in their ability to manage the disease. Purpose: To determine the relationship between self-efficacy and the quality of life of pulmonary TB patients. Method: This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. The study population consisted of all 431 pulmonary TB patients, including 58 currently undergoing treatment. The sample size was 58 respondents, using a total sampling technique. The research instruments included the TB Pulmonary Self-Efficacy Scale (TBSES) and the WHOQOL-BREF. Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: The analysis showed a significant relationship between self-efficacy and the quality of life of pulmonary TB patients (p < 0.001). Conclusion: A higher level of self-efficacy contributes to an improved quality of life among pulmonary TB patients. Interventions aimed at strengthening self-efficacy are essential to enhance treatment success and overall patient well-being.   Keywords: Pulmonary Tuberculosis; Quality Of Life; Self-Efficacy.   Pendahuluan: Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit infeksi menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis dan sosial pasien. Kualitas hidup penderita TB paru dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk self-efficacy atau keyakinan individu dalam mengelola penyakitnya. Tujuan: Untuk engetahui hubungan antara self-efficacy dengan kualitas hidup pasien TB paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB paru sebanyak 431 orang dan yang sedang menjalani pengobatan sebanyak 58 orang. Besar sampel dalam penelitian ini sesanyak 58 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi TB Pulmonary Self-Efficacy Scale (TBSES) dan WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan kualitas hidup pasien TB paru (p < 0.001). Simpulan: Tingkat self-efficacy yang tinggi berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup pasien TB paru. Intervensi untuk memperkuat self-efficacy penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan dan kesejahteraan pasien.   Kata Kunci: Self-Efficacy; Kualitas Hidup; TB Paru.