This Author published in this journals
All Journal Al Manba
Abidini, Muhammad Zainal
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PARADIGMA ILMU Salwa, Siti Salwa Yusyifa; Abidini, Muhammad Zainal
Al-Manba Vol. 10 No. 1 (2025): Al Manba
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma'rif Buntok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69782/almanba.v10i1.47

Abstract

Paradigma ilmu merupakan konsep mendasar yang membentuk cara pandang ilmuwan dalam memahami dan menganalisis fenomena ilmiah. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Kuhn, yang menggambarkan perkembangan ilmu sebagai proses revolusioner yang ditandai dengan perubahan paradigma. Artikel ini membahas lima paradigma utama dalam ilmu pengetahuan, yaitu positivisme, post-positivisme, interpretif, kritis, dan konstruktivisme. Positivisme berfokus pada realitas objektif melalui metode empiris, sedangkan post-positivisme berupaya memperbaiki kelemahan positivisme dengan menekankan pentingnya triangulasi metode. Paradigma interpretif mengedepankan makna subjektif dari realitas sosial, sementara paradigma kritis berorientasi pada transformasi sosial untuk mencapai keadilan. Paradigma konstruktivisme menolak konsep universalitas ilmu, dengan menekankan bahwa pengetahuan bersifat lokal dan terbentuk melalui interaksi sosial. Selain itu, paradigma Islam diusulkan sebagai pendekatan alternatif yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan material. Paradigma ini menempatkan Al-Qur'an sebagai sumber utama pengembangan ilmu dan bertujuan untuk menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Dengan pendekatan integralistik, paradigma Islam menciptakan ilmu yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang transendental. Pergeseran paradigma yang terjadi dari waktu ke waktu menunjukkan respons ilmu pengetahuan terhadap tantangan dan kebutuhan baru, menciptakan fondasi bagi pengembangan ilmu yang lebih relevan dan kontekstual