Adistya Eka Sis Ardiansyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FUNGSIONALISME STRUKTURAL DALAM MELESTARIKAN SYARIAT ISLAM MELALUI ADAT SUMANG OPAT SUKU GAYO ACEH GUNA MENCEGAH DEGRADASI MORAL Adistya Eka Sis Ardiansyah
Saskara : Indonesian Journal of Society Studies Vol 5 No 01 (2025): SASKARA: Indonesian Journal of Society Studies, Vol.05 No.01 2025
Publisher : Sociology Study Program, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Saskara.051.02

Abstract

Sumang opat merupakan adat Suku Gayo Aceh yang mampu digunakan dalam memberantas permasalahan degradasi moral dewasa ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni studi literatur deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori fungsionalisme struktural oleh Talcott Parson. Tujuan penelitian ini yakni guna mengkaji peran adat sumang opat serta implementasi fungsionalisme struktural adat sumang opat dalam melestarikan syariat Islam guna mencegah degradasi moral. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adat sumang opat memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah degradasi moral masyarakat Gayo, dengan menekankan pada nilai-nilai yang mendasari interaksi sosial yang positif. Penerapan skema AGIL, yang pertama yakni proses adaptasi yang efektif diperlukan untuk menghadapi tantangan modernisasi, di mana nilai-nilai sumang opat harus tetap relevan dengan kondisi sosial yang berubah. Proses pencapaian tujuan melalui penetapan kebijakan yang kuat dan partisipatif juga krusial dalam mendorong internalisasi nilai-nilai adat. Selain itu, integrasi berbagai sektor dalam masyarakat, seperti keluarga, pendidikan, komunitas, dan pemerintah, sangat diperlukan untuk memperkuat implementasi nilai-nilai tersebut secara kolektif. Terakhir, proses latency seperti evaluasi dan inovasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan bahwa adat sumang opat tetap relevan, mengingat dinamika sosial yang selalu berubah, sehingga moralitas masyarakat Gayo dapat dipertahankan dan diperkuat.