Peningkatan permintaan batubara Asia yang diproyeksikan mencapai 7 miliar ton pada 2030 menuntut perusahaan jasa pertambangan untuk meningkatkan kualitas operasional dan keselamatan. PT Putra Perkasa Abadi (PPA) menerapkan prinsip Good Mining Practice (GMP) berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 Tahun 2018 serta Contractor Safety Management System (CSMS) dalam pengelolaan 35 perusahaan subkontraktor di wilayah konsesi PT Borneo Indobara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kinerja subkontraktor melalui manajemen berbasis GMP. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui evaluasi lapangan dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen kinerja. Evaluasi dilakukan terhadap enam aspek GMP, yaitu teknis, keselamatan pertambangan, lingkungan hidup, kepatuhan SMKP, tata kelola usaha, dan perbaikan berkelanjutan. Hasil baseline Semester II 2024 menunjukkan skor kinerja awal sebesar 59%, dengan kelemahan utama pada aspek perbaikan dan lingkungan hidup. Program perbaikan selama satu tahun menghasilkan peningkatan skor keseluruhan menjadi 68%, serta peningkatan signifikan pada kesadaran pencegahan kelelahan kerja, efektivitas Safety Accountability Program, dan pelaksanaan audit 5R. Penerapan pengelolaan subkontraktor berbasis GMP yang diperkuat dengan panduan terstruktur dan manajemen risiko terbukti efektif meningkatkan budaya keselamatan, disiplin operasional, dan kualitas kinerja. Namun, perbaikan berkelanjutan tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan kinerja.