Penerimaan pajak di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah tingkat kepatuhan wajib pajak yang belum optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah menerapkan sistem pelaporan pajak secara elektronik melalui e-filling berbasis web. Namun, dalam pelaksanaannya, sistem ini masih mengalami berbagai kendala teknis dan pemahaman pengguna yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem e-filling berbasis web dengan pendekatan metode PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, and Service) guna mengoptimalkan layanan perpajakan. Sistem e-filling dipilih karena memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan kepatuhan wajib pajak dalam pelaporan pajak secara elektronik. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang diisi oleh 100 responden, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS untuk menguji validitas, reliabilitas, serta asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh dimensi metode PIECES memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja sistem e-filling, seperti yang ditunjukkan oleh nilai F-hitung sebesar 11,943 (lebih besar dari F-tabel = 2,311) dan nilai signifikansi 0,000. Secara parsial, dimensi Control (X3) dengan nilai t-hitung = 3,211 dan Service (X5) dengan nilai t-hitung = 3,190, keduanya lebih besar dari t-tabel – 1,985, memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja sistem. Sebaliknya, dimensi Information (X1), Economics (X2), dan Efficiency (X4) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja sistem. Temuan ini menunjukkan bahwa aspek kontrol dan pelayanan merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan sistem e-filling. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas informasi, efisiensi proses, dan manfaat ekonomi dari sistem e-filling guna mendukung optimalisasi layanan perpajakan di Indonesia