Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Sisa Cadangan Reservoir Pada Sumur X Lapangan Y Priska Vernanda Hipui; Jan Friadi Sinaga; Mirza; Baiq Maulinda Ulfah; Mohammad Lutfi; Luthfiyah Atisa Fadhilah
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2021): Studi Keislaman dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v2i1.7165

Abstract

Decline curve analysis: this method uses an exponential decline curve to describe the decline in reservoir production over time. This method utilizes historical production data to extrapolate and estimate the remaining reserves in the reservoir. So that the well in the field "Y" can be predicted using the decline curve. Trial Error and X2 Chi-Square Test method and obtained the value of the b exponent, namely 0 type decline curve Exponential, rate of decline (Di) 0.018616 and the smallest value of ∑X2 are 136.614. EUR is 1630,727 BOPD and ERR to limit is 1794,672 BOPD. The remaining production life is 136 months or 11 years.
Multiphase Flow Behavior And Production Efficiency In Devuated Horizontal Wells Baiq Maulinda Ulfah; Abdi Suprayitno; Risna; Aprilno Alfa Kumasela; Abdul Gafar Karim; Darmiyati, Iin
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2021): Studi Keislaman dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v2i1.7349

Abstract

In oil and gas production, horizontal wells are increasingly used to enhance reservoir performance by placing a longer wellbore section within the reservoir. These wells often adopt specific inclinations either upward-sloping or downward-sloping terminal sections to align with formation dip and minimize issues such as liquid loading. However, undulating trajectories in horizontal wells may lead to challenges such as liquid accumulation in downward-sloping sections and gas entrapment in upward-sloping sections, potentially reducing production efficiency. This study aims to predict fluid production rates and analyze multiphase flow behavior in horizontal wells with varying wellbore inclinations using a production simulator. Four scenarios were modeled: Original, True Horizontal, Upward-Inclined End (95° and 100° inclination), and Downward-Inclined End (80° and 85° inclination). The study utilized 20 deviation survey data points from Well F-14 in Field ‘V’ to construct the well trajectory models, adhering to the simulator’s input limitations. Simulation results indicate that the upward-inclined configuration with a 100° inclination achieved the highest oil production rate (9401.8 STB/day), outperforming other scenarios in both oil and gas flow rates. The enhanced performance is attributed to gravitational assistance in fluid movement and reservoir pressure expansion. In contrast, the downward-inclined geometry yielded the lowest production due to higher liquid holdup. Gradient matching was employed to identify dominant flow patterns and slip velocities, revealing bubble flow dominance in horizontal sections and transition to slug flow in mid-well segments. These findings highlight the importance of well trajectory design in optimizing multiphase fluid flow and maximizing production in horizontal wells.
ANALISIS EFEKTIVITAS LUMPUR KCL POLYMER UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN HOLE CLEANING PADA TRAYEK 12-1/4” FORMASI SHALE BERTEKANAN TINGGI Prasetiyo Garanta, Rendy; Baiq Maulinda Ulfah; Muhammad Fikri Septianur Wibowo; Rusandy Ramadhan
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i4.24245

Abstract

Pembersihan lubang merupakan salah satu aspek krusial dalam operasi pengeboran, khususnya pada formasi shale bertekanan tinggi yang bersifat reaktif serta mudah mengalami pembengkakan akibat interaksi dengan fluida pemboran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas lumpur berbasis KCl Polymer yang diaplikasikan pada hole berdiameter 12-1/4” dengan kedalaman 3167 ft dan temperatur formasi 165 °F. Fokus penelitian meliputi evaluasi kemampuan lumpur dalam menjaga stabilitas reologi, mengendalikan laju filtrat, serta meningkatkan efektivitas transportasi cutting untuk mencegah permasalahan operasional seperti tight hole, stuck pipe, dan keterlambatan pengeboran. Metodologi penelitian dilakukan melalui pembuatan lumpur KCl Polymer di laboratorium, kemudian diuji menggunakan peralatan standar untuk memperoleh parameter Yield Point (YP), Gel Strength (GS), Low Shear Rate Viscosity (LSRV), serta Cutting Carrying Index (CCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur KCl Polymer mampu menghasilkan nilai YP dan LSRV yang optimal dalam mendukung mekanisme pengangkutan cutting, menjaga GS pada tingkat memadai untuk mencegah pengendapan padatan saat sirkulasi berhenti, serta memberikan sifat inhibisi KCl yang efektif menekan potensi pembengkakan shale melalui mekanisme pertukaran ion. Secara keseluruhan, penggunaan lumpur KCl Polymer pada hole 12-1/4” terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan hole cleaning pada formasi shale bertekanan tinggi, yang ditunjukkan oleh parameter reologi sesuai spesifikasi, densitas lumpur sebesar 13,70 ppg dalam rentang tekanan pori–fraktur, serta nilai CCI sebesar 3,686 yang menandakan kemampuan pengangkutan cutting berada pada kategori sangat baik.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OIL-BASED DAN SYNTHETIC LUBRICANT DALAM MENINGKATKAN SIFAT PELUMASAN HIGH-PERFORMANCE WATER BASED MUD Ramadhan, Rusandy; Baiq Maulinda Ulfah; Muhammad Fikri Septianur Wibowo; Rendy Prasetiyo Garanta
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i4.24246

Abstract

Gesekan dan torsi yang tinggi pada operasi pengeboran dapat menyebabkan pipe stuck, keausan pada peralatan pemboran, dan bahkan bisa kehilangan kontrol sumur, sehingga memerlukan penambahan aditif pelumas. Penelitian ini membandingkan efektivitas oil-based lubricant (mineral oil) dan synthetic lubricant (polyglycol) pada konsentrasi 1% dalam meningkatkan sifat pelumasan HPWBM. Tiga sampel lumpur (non-lubricant, oil-based lubricant, synthetic lubricant) dikondisikan pada 300°F (149°C) selama 16 jam. Pengujian sifat rheologi, filtrasi, dan lubricity (coefficient of friction (CoF) dan torsi) dilakukan sesuai standar API. Penambahan lubricant tidak mempengaruhi densitas (SG 1,45), plastic viscosity (27 cP), dan pH (9,7). Namun, terjadi peningkatan yield point (21-23 lb/100ft²) dan low shear-rate yield point (2-5 lb/100ft²). Oil-based lubricant terbukti lebih efektif menurunkan CoF dari 0,28 menjadi 0,23 (penurunan 12,86%), sedangkan synthetic lubricant hanya menurunkan CoF menjadi 0,26 (penurunan 5,48%). Meskipun oil-based lubricant menunjukkan kinerja tribologis yang lebih unggul, synthetic lubricant dapat menjadi alternatif yang ekonomis untuk operasi pengeboran dengan anggaran terbatas atau pada formasi yang tidak terlalu menuntut performa pelumasan tinggi.