Edy Dwi Kurniati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN: ANALISIS PENGARUH PELATIHAN, KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA DI INDUSTRI KERUPUK KEDELAI TUNTANG Muhammad Agung Laksono; Muhammad Arif Rakhman; Edy Dwi Kurniati
Surplus: Jurnal Riset Mahasiswa Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol 5 No 1 (2025): Surplus: Jurnal Riset Mahasiswa Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/surplus.v5i1.984

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana stres kerja karyawan di sektor kedelai di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dipengaruhi oleh pelatihan, gaji, dan kondisi kerja. Dalam konteks UMKM, kinerja karyawan merupakan komponen penting dari bisnis yang mempengaruhi produktivitas industri dan umur panjang, sehingga penelitian ini menjadi sangat penting. Selanjutnya, metode penelitian kuantitatif berdasarkan data survei digunakan. Dalam hal ini, purposive sampling digunakan untuk memilih 100 responden. Kuesioner dengan skala Likert digunakan untuk mengumpulkan data. Menggunakan Smart PLS versi 3.0, Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) akan digunakan untuk menganalisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan kerja karyawan secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh pelatihan mereka. Hal ini memperkuat argumen bahwa pelatihan untuk meningkatkan kapasitas juga dapat meningkatkan produksi. Perlu untuk meningkatkan sistem pendidikan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. Kita perlu mengembangkan strategi yang lebih efektif. Kinerja dan keinginan perusahaan di masa depan diantisipasi akan meningkat karena faktor ini, yang juga akan membantu mengembangkan strategi SDM yang lebih efektif.
ANALISIS USAHA INDUSTRI POTENSIAL KABUPATEN SEMARANG BERDASARKAN TINGKAT UPAH DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA Edy Dwi Kurniati
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 1 No. 1 (2019): Juli: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era liberalisasi perdagangan, upah tenaga kerja yang tinggi selain menunjukkan perhatian juga menunjukkan kemampuan perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan. Peningkatan upah juga tetap menunjukkan efisiensi jika dikonversi menjadi produktivitas dan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tipologi sektor usaha berdasarkan tingkat upah dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Semarang yang berguna untuk merumuskan kebijakan pengembangan sektor ekonomi yang mempunyai potensi peningkatan kesejahteraan dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan berdasarkan data hasil survei data upah, jumlah tenaga kerja dan kebutuhan hidup layak (KHL) pada sektor usaha di luar sektor pertanian oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan di Kabupaten Semarang. Analisis tipologi sektor usaha dilakukan dengan pengembangan analisis Klassen Typology dengan memetakan sektor usaha berdasarkan upah dan penyerapan tenaga kerja. Sektor usaha potensial yaitu sektor usaha yang mempunyai kemampuan dalam memberikan upah dan penyerapan tenaga kerja tinggi. Hasil penelitian menemukan bahwa sektor industri Meubel/Furniture, Garment dan Industri Makanan Kecil merupakan sektor ekonomi yang potensial dalam memberikan kesejahteraan dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Semarang. Sektor ekonomi yang mempunyai upah tenaga kerja tinggi namun penyerapan tenaga kerja rendah adalah: Real Estate, Industri Manufaktur. Sektor ekonomi yang mempunyai potensi penyerapan tenaga kerja tinggi namun upah rendah adalah sektor industri Percetakan, Perbankan dan Usaha Barocare/ Pengolahan. Sektor ekonomi yang mempunyai upah dan penyerapan tenaga kerja rendah adalah sektor usaha jasa, otomotif, penyedia air bersih.
Pengaruh Penerapan Transformasi Digital dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Aparatur Sipil Negara Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang Qhoirul Chasana; Sri Rahayu; Edy Dwi Kurniati; M. Arif Rakhman
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 6 No. 2 (2024): Desember : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v6i2.834

Abstract

The implementation of digital transformation in an effort to improve the performance of the Semarang Regency Government's ASN still has several problems, including the incompetent digital competence of ASN, inadequate work facilities, the implementation of e-government that has not been maximized, and a poor work culture. The main objective of this research is to determine which policies are prioritized in an effort to improve the performance of the Semarang Regency Government ASN. The type of research used a qualitative approach and the sample was taken using purposive sampling technique. The research variables consisted of objective variables, namely performance and alternative variables, namely digital competence, work facilities, e-government, and work culture. The sample in this study amounted to 20 people consisting of key informants, main informants, and supporting informants. Data analysis techniques with Analytical Hierarchy Process (AHP). Analysis results using AHP digital competencies are the first priority with a coefficient value of 0.395, work facilities with a coefficient value of 0.230, work culture with a coefficient value of 0.197 and e-government with a coefficient value of 0.178. The consistency ratio (CR) value of the AHP model is 0.00. The conclusion of this study is that increasing digital competence is the first priority in the framework of implementing digital transformation as an effort to improve ASN performance in Semarang Regency, which shows that the digital competence of the ASN of the Semarang Regency Government needs to be improved.