Budihardjo, Rosevelina Sintaasih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis karakteristik dan pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien penyakit jantung koroner Budihardjo, Rosevelina Sintaasih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.1099

Abstract

Background: According to data from the World Health Organization, it is estimated that more than 17 million people worldwide die each year from heart and vascular diseases, with around 85% of them caused by coronary heart disease. Efforts to prevent complications of this disease are through medication compliance. Patient compliance remains a problem that is influenced by various factors, including individual characteristics and knowledge level. Purpose: To analyze between characteristics and knowledge on medication adherence for coronary heart disease. Method: Quantitative research with cross sectional method, conducted at Pulang Pisau Regional General Hospital in January-March 2025. Independent variables included age, gender, length of illness, employment status and level of knowledge, while the dependent variable was medication adherence. The sampling technique used purposive sampling and the taro yamane formula resulted in a sample size of 60 respondents with inclusion and exclusion criteria. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using chi square test. Results: There was a significant association between age, gender, employment status, length of illness, and level of knowledge with medication compliance. Age ≥ 60 years was 2 times more likely to be non-adherent (p = 0.001; OR = 2.068). Females were 1.7 times more likely to be compliant than males (p = 0.003; OR = 1.695). Respondents who worked were 2.5 times more likely to adhere (p = 0.001; OR = 2,.465). Disease duration > 5 years increased the odds of being compliant by 2.5 times (p = 0.001; OR = 2.465). Good knowledge increased the odds of adherence by 1.6 times (p = 0.006; OR = 1.587). Conclusion: Age, gender, employment status, length of illness, and level of knowledge significantly influence medication adherence in patients, with the risk magnitude varying according to the characteristics of each factor.   Keywords: Coronary Heart Disease; Knowledge; Medication Adherence.   Pendahuluan:  Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia, diperkirakan lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, dengan sekitar 85% di antaranya disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Upaya pencegahan komplikasi penyakit ini adalah melalui kepatuhan minum obat. Tingkat kepatuhan pasien masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik individu dan tingkat pengetahuan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan karakteristik dan pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat penyakit jantung koroner. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Pulang Pisau pada bulan Januari-Maret 2025. Variabel independen mencakup usia, jenis kelamin, lama menderita, status pekerjaan dan tingkat pengetahuan, sedangkan variabel dependen ialah kepatuhan minum obat. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan rumus taro yamane didapatkan jumlah sampel sebanyak 60 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, status pekerjaan, lama menderita penyakit, dan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat. Usia ≥ 60 tahun berisiko 2 kali lebih besar tidak patuh (p = 0.001; OR = 2.068). Perempuan 1.7 kali lebih besar kemungkinan patuh dibanding laki-laki (p = 0.003; OR = 1.695). Responden yang bekerja 2.5 kali lebih besar kemungkinan patuh (p = 0.001; OR = 2,.465). Durasi penyakit > 5 tahun meningkatkan peluang patuh 2.5 kali (p = 0.001; OR = 2.465). Pengetahuan baik meningkatkan peluang patuh sebesar 1.6 kali (p = 0.006; OR = 1.587). Simpulan: Faktor usia, jenis kelamin, status pekerjaan, lama menderita penyakit, dan tingkat pengetahuan secara signifikan memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien, dengan besaran risiko yang bervariasi sesuai dengan karakteristik masing-masing faktor.   Kata Kunci: Kepatuhan Minum Obat; Pengetahuan; Penyakit Jantung Koroner.