Jagung adalah salah satu produk pertanian yang paling banyak ditanam di Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis jumlah biaya yang dikeluarkan petani jagung, 2) mengetahui harga pupuk dan pestisida yang diterima petani jagung, dan 3) menganalisis hubungan antara harga pupuk dan pestisida dan jumlah biaya usahatani jagung (Zea Mays L.). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan analisis biaya dan analisis rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata total biaya yang harus dikeluarkan oleh petani jagung yakni sebesar Rp 3.618.70,20 rupiah setiap musim tanam. Pupuk urea digunakan sebanyak 137,16/Ut, dengan harga rata-rata Rp2.282 per kilogram; pupuk TSP digunakan sebesar 76,69/Ut, dengan harga rata-rata Rp2.739 per kilogram; dan pupuk NPK digunakan sebanyak 8,57/Ut, dengan harga rata-rata Rp13.423 per kilogram. jenis pestisida herbisida Supremo adalah yang paling banyak digunakan, dengan harga rata-rata Rp 7.500 per liter dan biaya petani sebesar Rp 176.670/Ut untuk jenis pestisida ini. Harga pupuk urea pada taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa rs sebesar 0,170 dan nilai thitung (-0.2189) t-tabel (1.688) sehingga variabel pupuk TSP berhubungan yang kuat terhadap biaya total usahatani jagung. harga NPK berdasarkan pengujian t membuktikan jika nilai rs sebesar 0,127 dan t-hitung (-1.642)