Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Jejak Karbon Instalasi Pengolahan Air Minum Perkotaan Di Indonesia: Penilaian Daur Hidup (LCA) Rambutan Dan Karang Anyar II, Palembang Novianti, Puteri Denita; Zevi, Yuniati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.102078

Abstract

Pada proses pengolahan air minum, emisi gas rumah kaca (GRK) dapat muncul di beberapa tahap operasional, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, hingga distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jejak karbon pada dua instalasi pengolahan air minum (IPA) yang dioperasikan oleh Perumda Tirta Musi Kota Palembang, yaitu IPA Rambutan dan IPA Karang Anyar II, mengidentifikasi unit pengolahan yang menyumbang emisi terbesar (hotspot) dan merumuskan skenario mitigasi operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) dengan bantuan perangkat lunak OpenLCA, batasan studi gate-to-gate dan satuan fungsional sebesar 1 m³ air olahan. Dampak perubahan iklim dihitung dengan mengacu pada IPCC 2021 AR6 GWP100. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi listrik merupakan sumber utama emisi pada kedua IPA dengan kontribusi sekitar 89% dari total emisi yang dihasilkan. Intensitas karbon masing-masing instalasi tercatat sebesar 0,2625 kg CO₂-eq/m³ untuk IPA Rambutan dan 0,3244 kg CO₂-eq/m³ untuk IPA Karang Anyar II, sementara total emisi harian sebesar 20.791 kg CO₂-eq/hari dan 14.128 kg CO₂-eq/hari. Analisis hotspot mengindikasikan bahwa unit intake dan distribusi merupakan unit yang paling intensif dalam menghasilkan emisi. Skenario mitigasi yang diusulkan menunjukkan bahwa penerapan Variable Speed Drives (VSD) pada sistem pemompaan di unit hotspot berpotensi mengurangi emisi sebesar 25–30%. Intervensi tambahan seperti pengelolaan lumpur dengan kombinasi sludge drying bed (SDB) dan constructed wetlands pada IPA Rambutan, serta pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di area IPA, juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan emisi. Temuan ini diharapkan memberikan gambaran bagi para stakeholder dalam menyusun strategi pengolahan air minum perkotaan yang berfokus pada pengurangan emisi karbon dan keberlanjutan.