Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Latihan Lompat Katak dan Jumping Jack Terhadap Prestasi Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 1 Larantuka Kabupaten Flores Timur Mamu Sare, Yeremias; Antonius Harun Ruron; Kalitus Raga
Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2025): Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/pok.v1i3.322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan lompat katak dan jumping jack terhadap peningkatan prestasi lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Larantuka. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain two group pretest-posttest, melibatkan 30 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen 1 (latihan lompat katak) dan kelompok eksperimen 2 (latihan jumping jack). Data dikumpulkan melalui tes lompat jauh sebelum dan setelah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua latihan memberikan peningkatan signifikan (p < 0,05), dengan rata-rata jarak lompatan kelompok lompat katak meningkat dari 2,73 meter menjadi 3,43 meter, sedangkan kelompok jumping jack meningkat dari 2,72 meter menjadi 3,05 meter. Latihan lompat katak terbukti lebih efektif dibandingkan jumping jack dalam meningkatkan prestasi lompat jauh gaya jongkok (t-hitung = 1,76 > t-tabel = 1,70). Temuan ini merekomendasikan penggunaan latihan pliometrik berbasis lompat katak sebagai bagian dari program pelatihan atletik pemula untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai dan koordinasi gerak
Cultural Value Transmission in Tabu Gong Rede Geda Musical Performances: A Socio-Cultural Analysis Antonius Harun Ruron; Andi Tenri Juli Astari
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v17i2.2517

Abstract

This study examines the role of Tabu Gong Rede Geda music as a medium for cultural value transmission in Riangkotek Village, Flores Timur. Using an ethnographic approach, the research reveals that this traditional music serves not only as an artistic expression but also as a means of inheriting spiritual, historical, and social values through an observation-based mentor-apprentice system. Elders act as knowledge custodians, transmitting both musical techniques and the cultural meanings embedded in each performance. The patrilineal social structure and the strong role of customary institutions form the foundation for preserving Tabu Gong Rede Geda. This music functions as a cultural identity marker, a medium for communication with ancestors, and a reinforcement of social cohesion through values of togetherness, responsibility, and spirituality. To ensure its sustainability, strategies such as digital documentation, integration with formal education, and community empowerment are essential. These findings underscore the importance of balancing tradition preservation with innovative adaptation in safeguarding intangible cultural heritage in the era of globalization. These findings highlight the critical need to balance traditional preservation with innovative adaptation in safeguarding this intangible cultural heritage amidst globalization pressures.
EFEKTIVITAS FESTIVAL SEPAK BOLA HERA HELUT CUP U-12 SEBAGAI WADAH IDENTIFIKASI DAN PENGEMBANGAN BAKAT ATLETIK USIA DINI DI DAERAH PINGGIRAN Yeremias Mamu Sare; Kristoforus Ado Aran; Antonius Harun Ruron
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cb34a175

Abstract

Daerah pinggiran di Indonesia sering kali memiliki potensi bakat sepak bola usia dini yang melimpah, namun menghadapi kendala sistemik berupa fragmentasi ekosistem pembinaan dan minimnya kompetisi berjenjang yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas festival sepak bola lokal sebagai solusi kontekstual bagi masalah tersebut, dengan mengambil studi kasus pada Festival Sepak Bola Hera Helut Cup U-12 di Desa Sinar Hading, Kabupaten Flores Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 21 informan kunci (penyelenggara, pelatih, pemain, pencari bakat, dan perwakilan pemerintah), serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival berhasil berperan ganda. Pertama, sebagai wahana identifikasi bakat yang efektif melalui mekanisme observasi multi-aktor selama kompetisi, yang berhasil memetakan puluhan pemain potensial dan menyoroti bakat unggul. Kedua, sebagai wahana pengembangan bakat yang holistik, dimana festival menciptakan lingkungan belajar kontekstual untuk mengasah aspek taktis, mental, dan motivasi intrinsik peserta, sekaligus membangun jejaring kolaboratif antar pelatih. Ketiga, festival berfungsi sebagai katalisator kelembagaan yang mempersatukan ekosistem sepak bola yang terfragmentasi dan menarik keterlibatan multi-pihak. Namun, temuan juga mengungkap tantangan keberlanjutan, terutama terkait kerentanan model pendanaan yang bergantung pada sponsor dan belum adanya instrumen asesmen bakat yang terstandar. Disimpulkan bahwa festival sepak bola lokal merupakan strategi grassroots yang efektif dan dapat direplikasi sebagai titik awal (starting point) pembinaan terpadu di daerah pinggiran. Implikasi praktisnya, diperlukan langkah institusionalisasi, diversifikasi sumber pendanaan, dan pengembangan alat asesmen sederhana untuk mentransformasi festival dari event insidental menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan.