Batubara masih menjadi salah satu sumber energi utama yang digunakan di berbagai sektor, terutama pada industri pembangkit listrik dan peleburan baja. Coking coal merupakan jenis batubara yang banyak digunakan dalam industri peleburan baja karena kemampuannya menghasilkan kokas berkualitas tinggi. Salah satu parameter penting dalam menilai kualitas batubara adalah nilai kalor (Calorific value), yang mencerminkan efisiensi energi dari batubara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa parameter fisik dan kimia batubara terhadap nilai kalor coking coal, yaitu total moisture, kadar abu (ash content), total sulfur, crucible swelling number (CSN), dan maximum fluidity. Data diperoleh melalui pengujian laboratorium di PT. Geoservices Lampunut, Kalimantan Tengah, dengan pendekatan analisis korelasi antar variabel. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif antara nilai kalor dengan total moisture, kadar abu, maximum fluidity dengan nilai koefisien secara berurutan (-180,315, -119,677 dan -0,15139). Sedangkan CSN korelasi positif dengan koefisien yang didapatkan sebesar 133,3657. Sementara itu, parameter total sulfur menunjukkan pengaruh negatif dengan koefisien sebesar -283,279 namun bervariasi tergantung pada interaksi dengan parameter lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa optimasi parameter kualitas batubara sangat penting dalam meningkatkan efisiensi pembakaran dan nilai ekonomis coking coal. Khususnya, pengaruh sulfur perlu dianalisis lebih lanjut dalam konteks efisiensi penggunaan batubara secara menyeluruh.