Pembelajaran IPA di sekolah dasar berperan penting dalam melatih peserta didik berpikir analitis, memecahkan masalah, dan mengembangkan regulasi diri. Namun, IPA sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran, salah satunya dengan menerapkan model STEM-PjBL (Science, Technology, Engineering, and Mathematics – Project-Based Learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model STEM-PjBL dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan regulasi diri peserta didik kelas V SD Muhammadiyah Mertosanan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design, melibatkan 21 peserta didik sebagai sampel penelitian. Data diperoleh melalui pre-test dan post-test, serta dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah dengan nilai signifikansi 0,005 (< 0,05) dan regulasi diri dengan nilai signifikansi 0,012 (< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa model STEM-PjBL efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta didik dalam memahami dan menyelesaikan masalah secara sistematis, mengelola waktu, serta meningkatkan motivasi dan kemandirian dalam belajar. Pembelajaran berbasis proyek yang menekankan eksplorasi, kreativitas, dan kolaborasi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran IPA. Dengan demikian, penerapan model STEM-PjBL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar.