Abdul Karim, Intanri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN METODE EVERYONE IS TEACHER HERE DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IPS SMA NEGERI 2 KOTA KUPANG Abdul Karim, Intanri
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/jipend.v6i2.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Everyone is Teacher Here dapat meningkatkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran sosiologi kelas X IPS SMA Negeri 2 Kota Kupang dan untuk mengetahui apakah penerapan metode Everyone is Teacher Heredapat meningkatkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran sosiologi kelas X IPS SMA Negeri 2 Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IPS 4 SMA Negeri 2 Kota Kupang yang berjumlah 36 orang.Teknik pengambilan data melalui observasi, tes, dokumentasi dan wawancara.Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penerapan Metode Pembelajaran Everyone is Teacher Heredapat meningkatkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat pada siklus I ke siklus II adanya peningkatan aktivitas positif yang menunjukkan kreativitas yang di lakukan peserta didik di dalam kelas dari 57,78% meningkat menjadi 81,11% dan adanya penurunan aktivitas negatif yang di lakukan yakni dari 52,78% menurun menjadi 23,61%. Selain itu, peningkatan kreativitas peserta didik juga dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata pada tes siklus I 78,5meningkat menjadi 86,5 pada siklus II. Ketuntasan belajar dalam kelas juga meningkat dari 58,33% pada siklus I meningkat menjadi 83,33% pada siklus II.