Penguasaan kala merupakan kompetensi fundamental dalam menyusun narasi yang koheren, namun seringkali menjadi kendala signifikan bagi pembelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan penggunaan kala bahasa Jerman dan menganalisis faktor penyebabnya. Data yang digunakan adalah frasa, klausa, dan kalimat dalam karangan bahasa Jerman mahasiswa pada level B1 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis kesalahan (error analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang terjadi bersifat sistematis dan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori utama. Kesalahan kala lampau menjadi bagian yang paling mendominasi, hal ini dikarenakan kompleksitas kala lampau bahasa Jerman yang terdiri dari tiga bagian yaitu plusquamperfekt, präteritum, dan perfekt. Data berupa 20 karangan mahasiswa dianalisis menggunakan pendekatan analisis kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan kala bersifat sistematis dan mencakup 17 jenis kesalahan yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu kala lampau, kala kini, dan kala depan. Faktor penyebab utama teridentifikasi sebagai interferensi bahasa ibu (Bahasa Indonesia) yang tidak berbasis kala, kompleksitas intralingual dari sistem kala Jerman itu sendiri, dan faktor pedagogis di dalam perkuliahan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pengembangan strategi pengajaran yang lebih menekankan pada analisis kontrastif dan praktik kontekstual untuk membantu mahasiswa menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan aplikasi praktis dalam produksi tulisan.