Maulero, Rount
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesalahan Penggunaan Kala dalam Karangan Mahasiswa Bahasa Jerman Level B1 Maulero, Rount; Cholsy, Hayatul
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7736

Abstract

Penguasaan kala merupakan kompetensi fundamental dalam menyusun narasi yang koheren, namun seringkali menjadi kendala signifikan bagi pembelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan penggunaan kala bahasa Jerman dan menganalisis faktor penyebabnya. Data yang digunakan adalah frasa, klausa, dan kalimat dalam karangan bahasa Jerman mahasiswa pada level B1 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis kesalahan (error analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang terjadi bersifat sistematis dan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori utama. Kesalahan kala lampau menjadi bagian yang paling mendominasi, hal ini dikarenakan kompleksitas kala lampau bahasa Jerman yang terdiri dari tiga bagian yaitu plusquamperfekt, präteritum, dan perfekt. Data berupa 20 karangan mahasiswa dianalisis menggunakan pendekatan analisis kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan kala bersifat sistematis dan mencakup 17 jenis kesalahan yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu kala lampau, kala kini, dan kala depan. Faktor penyebab utama teridentifikasi sebagai interferensi bahasa ibu (Bahasa Indonesia) yang tidak berbasis kala, kompleksitas intralingual dari sistem kala Jerman itu sendiri, dan faktor pedagogis di dalam perkuliahan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pengembangan strategi pengajaran yang lebih menekankan pada analisis kontrastif dan praktik kontekstual untuk membantu mahasiswa menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan aplikasi praktis dalam produksi tulisan.
Syntactic Interference of the Indonesian Language in Intermediate-Level German Composition Maulero, Rount; Cholsy, Hayatul
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v14i2.18182

Abstract

This study examines the phenomenon of syntactic interference arising from the structural differences between Indonesian (L1) and German (L2) in compositions written by B1-level students. The primary objective was to systematically identify, categorize, and analyze the specific forms of negative transfer. Utilizing the error analysis framework established by Corder and James, the data comprising 21 student compositions, were rigorously classified into systematic errors and incidental mistakes. The analysis revealed 15 distinct types of syntactic interference, predominantly involving critical German structures such as verb conjugation, word order (in both main and subordinate clauses), and the use of prepositions. The most frequently occurring form of negative transfer was observed in German verb conjugation errors. The overwhelming classification of observed instances as errors confirms a deep-seated negative transfer from the mother tongue to the target language system. These findings possess significant educational value, as they precisely map the areas where Indonesian speakers require the most targeted linguistic intervention. The results strongly recommend the integration of a contrastive learning approach and emphasize the urgent need for reinforcement activities that specifically build syntactic awareness in German instruction. This research serves as an evidence-based tool for practitioners, guiding the refinement of curriculum and pedagogical strategies to effectively minimize recurrent interference and enhance the precision of L2 acquisition at the intermediate level.