Nisa, Karin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN BAKPIA PATHOK 25 SEBAGAI IKON KULINER TRADISIONAL YOGYAKARTA Nisa, Karin; Lenci, Syane; Naim; Walipah
Jurnal Manejemen, Akuntansi dan Pendidikan Vol. 2, No. 1, Mei 2025
Publisher : YAPAKAMA (Yayasan Putra Khatulistiwa Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jamapedik.v2i1.200

Abstract

Salah sau makan tradisional Yogyakarta adalah bakpia. Studi ini menyelidiki mengapa Bakpia Pathok 25, produsen bakpia terkenal yang berdiri sejak tahun 1948, begitu terkenal. Fokus penelitian ini adalah strategi promosi, pengelolaan kualitas produk, sistem produksi tradisional, karyawan manajemen, kesulitan dan peluang untuk mempertahankan bisnis di pasar yang semakin kompetitif. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan narasumber utama, Ibu Riya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakpia Pathok 25 berhasil mempertahankan kualitas produknya dengan menggunakan bahan baku berkualitas tinggi, yaitu kacang hijau asli yang diolah secara tradisional. Produk premium juga dibuat melalui proses tambahan, seperti pengupasan kacang hijau untuk menghasilkan rasa yang lebih gurih dan lembut. Cara pemanggangan menggunakan arang juga mempertahankan cita rasa bakpia yang unik . Strategi pemasaran e-commerce dan media sosial yang efektif dapat menarik pelanggan baru, terutama pelanggan lokal dan nasional.
MENYULAP KURMA MENJADI BINIS MENGUNTUNGKAN DI KAWASAN RELIGI Nisa, Karin; Naim
Jurnal Manejemen, Akuntansi dan Pendidikan Vol. 2, No.3, Desember 2025
Publisher : YAPAKAMA (Yayasan Putra Khatulistiwa Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jamapedik.v2i3.371

Abstract

Toko Kurma Irma yang berlokasi di kawasan religi Sunan Ampel menjadi contoh pengembangan bisnis kurma di lingkungan wisata ziarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan Salim, karyawan yang bekerja sejak toko berdiri pada 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toko memperoleh produk dari pemasok, namun menghadapi tantangan berupa persaingan ketat karena banyaknya toko yang menjual barang serupa. Strategi utama untuk tetap bersaing adalah meningkatkan kualitas pelayanan melalui keramahan karyawan sebagai bentuk diferensiasi non-produk. Dengan memanfaatkan lokasi strategis, kualitas layanan, dan pemahaman kebutuhan peziarah sebagai konsumen utama, produk sederhana seperti kurma dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan dalam sektor pariwisata religi.